Blog Post

Gerakan > Nasional > Visi Misi Ganjar-Mahfud Soal Sektor Pangan
Ganjar Mahfud capres cawawpres

Visi Misi Ganjar-Mahfud Soal Sektor Pangan

Spread the love

Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Ganjar-Mahfud mempunyai misi mengedepankan kedaulatan pangan.

Hal ini dirinci dalam pernyataan visi dan tujuan pasangan tersebut, yang merupakan dokumen setebal 62 halaman. Visi pasangan ini dirumuskan sebagai berikut: ‘Menuju Indonesia unggul, bergerak cepat membangun negara maritim yang adil dan lestari’.

Visi tersebut kemudian dipecah menjadi delapan misi, salah satunya adalah mempercepat pembangunan ekonomi mandiri yang berbasis pengetahuan dan nilai tambah.

Misi tersebut selanjutnya dipersempit menjadi beberapa program. Kedaulatan pangan adalah salah satunya. ‘Pangan terjamin, aman, murah, dan beragam’ tertuang dalam poin satu program kedaulatan pangan.

“Menjamin ketersediaan pangan dari dalam negeri, aman, berkualitas, murah dan terdiversifikasi berbasis kearifan lokal serta mendukung Desa Mandiri Pangan. Memastikan pangan murah melalui stabilisasi harga pangan,” menurut kutipan tersebut.

Baca Juga: Geopolitik Ganjar-Mahfud dan Komitmen Mendukung Perjuangan Pergerakan Rakyat Palestina

Selain itu, tujuan pasangan Ganjar-Mahfud MD antara lain program permesinan dan peralatan modern serta dukungan infrastruktur.

Pihaknya berjanji akan memberikan peralatan modern, benih unggul, dan pupuk berkualitas, murah, dan tepat waktu kepada petani, peternak, dan nelayan. Visi dan misi Ganjar-Mahfud juga mencakup program bisnis pangan berkelanjutan.

Ganjar-Mahfud bercita-cita menciptakan sektor pangan yang berdaya saing dengan mengedepankan sumber pangan lokal dan mentransformasikan produk pertanian menjadi produk bernilai tambah dengan memfasilitasi penelitian dan teknologi pangan ramah lingkungan.

Ganjar-Mahfud kemudian berjanji dalam program lahan subur bagi petani untuk menghentikan perubahan penggunaan lahan guna memastikan bahwa lahan subur dan produktif diberikan kepada petani kecil dan pekerja pertanian, dan penerapan pengelolaan tata ruang yang adil dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, pasangan Ganjar-Mahfud memiliki program dalam visi dan tujuannya untuk menjamin keberhasilan petani, peternak, dan nelayan.

Dimana Ganjar-Mahfud memberikan peningkatan nilai tukar petani, nilai tukar nelayan, dan kesejahteraan peternak yang didukung oleh kebijakan perdagangan produksi dalam negeri.

Kondisi Sektor Pangan di Indonesia yang Masih di Bawah Rata-rata Dunia

Ketahanan pangan di Indonesia telah membaik pada tahun 2022, namun kondisinya masih lebih buruk dibandingkan tahun 2018 dan 2020.

Hal ini dibuktikan dengan data Indeks Ketahanan Pangan Global (GFSI) tahun 2022 sebesar 60,2, naik dari tahun sebelumnya sebesar 59,2. Indonesia memiliki GFSI terbaik dalam sepuluh tahun terakhir pada tahun 2018.

GFSI menilai ketahanan pangan suatu negara berdasarkan empat indikator utama: harga, ketersediaan pasokan, kualitas gizi dan keamanan pangan, serta sumber daya alam dan ketahanan.

Meski mengalami perbaikan, ketahanan pangan Indonesia pada tahun 2022 akan berada pada peringkat 69 dari 113 negara, jauh tertinggal dari rata-rata global sebesar 62,2. Pada angka 63,4, rata-rata Asia Pasifik juga lebih tinggi.

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, artinya sektor pertanian menyerap sebagian besar angkatan kerja.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia yang bekerja di bidang pertanian, kehutanan, dan perikanan pada Februari 2023 berjumlah 40,69 juta orang atau setara dengan 29,36% dari seluruh pekerja.

Kenaikannya pun terbilang kecil jika dibandingkan dengan Februari 2022 sebanyak 40,64 juta orang. Namun jika dibandingkan Februari 2021, kenaikannya hampir dua kali lipat.

Meskipun mempunyai tenaga kerja terbesar dibandingkan dengan industri lain, industri “wong cilik” memberikan kontribusi yang sangat kecil terhadap PDB dan merupakan salah satu tingkat pertumbuhan yang paling lambat.

Berdasarkan data BPS, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan akan memberikan kontribusi sebesar 12,4% terhadap pertumbuhan ekonomi pada tahun 2022, tertinggal dari industri pengolahan (18,34%), perdagangan besar dan eceran (12,85%), serta perawatan mobil dan sepeda motor (12,85%).

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *