Blog Post

Gerakan > Election > TPN Ganjar-Mahfud Jaga Netralitas ASN di Pemilu 2024 Mendatang

TPN Ganjar-Mahfud Jaga Netralitas ASN di Pemilu 2024 Mendatang

Spread the love

Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud menegaskan komitmennya untuk menjaga netralitas ASN atau aparatur sipil negara dalam kontestasi politik Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Prabu Revolusi, selaku Deputi Komunikasi 360 TPN Ganjar-Mahfud, menyatakan bahwa hingga saat ini, fokus mereka adalah mengajak seluruh masyarakat Indonesia yang memiliki hak suara untuk bersama-sama memenangkan pasangan calon nomor urut tiga.

“Kalau rakyat ingin memilih, kami tentu akan dorong untuk pilih Ganjar-Mahfud. Kalau ASN mau tidak mau harus netral, begitu pula dengan aparat negara, harus netral,” kata Prabu pada Kamis (16/11/2023).

Prabu menekankan bahwa komitmen untuk menjaga netralitas ASN telah ditunjukkan oleh TPN Ganjar-Mahfud. Beberapa pejabat negara yang mendukung pasangan ini bahkan telah mengundurkan diri dari jabatan publiknya sebagai bukti netralitas.

Prabu menyebutkan contohnya adalah Andi Widjajanto yang memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Gubernur Lemhanas untuk periode 2022-2028 serta beberapa komisaris BUMN yang sudah memutuskan bergabung menjadi Tim Pemenangan Nasional untuk Calon Presiden Ganjar Pranowo dan Calon Wakil Presiden Mahfud MD.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Dapat Sambutan Adat di Papua

“Mas Andi Widjajanto misalnya, dia sampai mundur dari Gubernur Lemhanas, agar lembaga yang dipimpinnya itu netral. Beberapa komisaris BUMN juga terbukti mundur saat berkampanye untuk Ganjar-Mahfud. Apalagi ASN, harus netral,” lanjutnya.

Dengan tegas, TPN Ganjar-Mahfud menunjukkan sikapnya untuk mendorong partisipasi masyarakat dan memastikan netralitas ASN dalam upaya memenangkan kontestasi Pemilu 2024.

Ganjar Pranowo Percaya Netralitas ASN dan Aparat

Hal yang sama juga diutarakan Calon Presiden nomor urut tiga, Ganjar Pranowo, bahwa ia yakin bahwa netralitas apparat dan ASN akan tetap terjaga dalam Pemilihan Presiden 2024. Pernyataan ini diungkapkan oleh Ganjar saat memberikan sambutan di Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, DIY, pada Kamis (16/11/2023).

Ganjar, yang merupakan mantan Gubernur Jawa Tengah selama dua periode, membangun keyakinannya terhadap netralitas aparat berdasarkan pengalaman pribadinya sebagai anak dari seorang anggota polisi.

Sebagai individu yang memiliki pemahaman langsung tentang rutinitas kerja aparat, Ganjar meyakini bahwa TNI dan Polri akan tetap konsisten dalam mempertahankan netralitasnya selama proses Pemilu 2024.

“Saya ini adalah orang yang percaya dengan netralitas ASN dan aparat. Kepolisian itu bisa kok netral karena pengalaman-pengalaman itu sudah ditunjukkan. Saya kira para petinggi TNI Polri pun sudah menyampaikan hal itu, apalagi saya anak polisi,” ujar Ganjar Pranowo.

Meskipun isu tentang potensi ketidaknetralan aparat dalam mengawasi Pilpres 2024 telah mencuat, Ganjar Pranowo menegaskan keyakinannya bahwa aparat, termasuk TNI dan Polri, akan menjaga netralitas mereka.

Pandangannya yang didasarkan pada pengalaman pribadi dan pengetahuannya tentang aparat membuatnya yakin bahwa mereka akan bertindak dengan integritas dan keadilan selama pelaksanaan Pemilu.

“Jadi, kita tau semua ya, kalau saya anak militer waktu itu (Polri) ABRI, saya anaknya. Jadi kita sama-sama tahu banyak yang punya nurani bagus di antara mereka. Saya haqqul yaqin mereka bisa melakukan itu,” paparnya.

Melihat pernyataan TPN Ganjar-Mahfud serta Calon Presiden Ganjar Pranowo soal netralitas ASN dan aparat dengan jelas menunjukkan kepercayaan bahwa kedepannya Pemilu 2024 akan aman serta tenteram tanpa adanya intervensi.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *