Blog Post

Gerakan > Nasional > Suku Bunga AS Naik, Arus Modal Asing Kabur dari RI

Suku Bunga AS Naik, Arus Modal Asing Kabur dari RI

Spread the love

Dampak dari kenaikan suku bunga yang signifikan dan lamanya kenaikan suku bunga yang berlangsung di Amerika Serikat (AS) telah membuat banyak negara berkembang, termasuk Indonesia, merasakan tekanan ekonomi yang signifikan.

Situasi ini telah memicu aliran modal asing keluar dari Indonesia dan berkontribusi pada pelemahan nilai tukar rupiah. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), baru-baru ini mengungkapkan dampak negatif ini dalam suatu pertemuan beberapa waktu lalu.

“Seluruh arus modal asing berbalik menuju Amerika Serikat,” ujar Jokowi dalam pernyataannya.

Kabar tentang pelarian modal asing ini sejalan dengan kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (US Treasury) 10 tahun.

Lebih lanjut, Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, mengindikasikan rencana untuk mempertahankan suku bunga AS pada tingkat yang tinggi dalam jangka waktu yang cukup lama.

Namun, Powell juga memberikan isyarat bahwa ada peluang untuk menahan kenaikan suku bunga dalam pertemuan mendatang.

Baca Juga: Indomie Respon Penarikan Produknya di Taiwan dan Malaysia

Dirinya menegaskan bahwa The Fed akan tetap mempertimbangkan peningkatan suku bunga jika kondisi pasar tenaga kerja tetap ketat dan mengancam laju inflasi.

Data transaksi yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI) pada 16-19 Oktober 2023 mengungkapkan bahwa investor asing di pasar keuangan Indonesia telah melakukan penjualan bersih sebesar Rp5,36 triliun.

Penjualan ini mencakup penjualan bersih Rp3,45 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN), penjualan bersih Rp3,01 triliun di pasar saham, dan pembelian bersih Rp1,10 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Capital outflow ini bukanlah peristiwa baru dan sudah berlangsung selama empat minggu berturut-turut. Capital outflow yang signifikan ini tercatat sejak minggu keempat bulan September, terutama dalam data transaksi pada 25-27 September 2023, yang mencatatkan penjualan bersih investor asing di pasar keuangan domestik sebesar Rp7,77 triliun.

Penjualan ini terdiri dari penjualan bersih Rp7,86 triliun di pasar SBN, penjualan bersih Rp2,07 triliun di pasar saham, dan pembelian bersih Rp2,16 triliun di SRBI.

Selama empat minggu terakhir, modal asing senilai hampir Rp20 triliun telah keluar dari Indonesia, dengan penjualan besar terutama terjadi pada SBN, mencapai hampir Rp19 triliun.

Kepemilikan investor asing terhadap SBN Indonesia pada Januari 2023 tercatat sebesar 15,10%, yang kemudian mengalami peningkatan menjadi 15,51% pada Juni 2023.

Namun, sikap The Federal Reserve AS yang masih membuka peluang untuk menaikkan suku bunga telah membuat pasar keuangan bergejolak, dan kepemilikan asing terus mengalami penurunan.

Pada 23 Oktober 2023, kepemilikan investor asing turun sebanyak 0,83 poin persentase menjadi 14,68%, dengan dominasi sebesar 17,66% di Surat Utang Negara (SUN) dan hanya 1,62% di Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Dalam upaya merespons keluarnya modal asing, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 poin basis (bps) dengan harapan agar dana asing akan kembali mengalir ke Indonesia. Meskipun tindakan ini diambil, nilai tukar rupiah tetap mengalami volatilitas hingga saat ini.

Baca Juga: Mantan Perdana Menteri China Li Keqiang Meninggal Dunia Akibat Serangan Jantung

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *