Blog Post

Gerakan > Business > Srikandi Ganjar Gelar Pelatihan Pengolahan Tempe
Srikandi Ganjar dalam Pelatihan Mengkreasikan Tempe

Srikandi Ganjar Gelar Pelatihan Pengolahan Tempe

Spread the love

Kelompok sukarelawan Srikandi Ganjar mengadakan pelatihan pembuatan dan pengolahan tempe di Kelurahan Jati, Jakarta Timur, pada Rabu (15/11/2023). Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan cara mengkreasikan tempe menjadi produk unik, seperti nugget tempe atau tempe mendoan untuk mendorong ide usaha UMKM kepada warga.

Para peserta diharapkan bisa belajar cara mengembangkan tempe menjadi produk UMKM dengan tampilan menarik dan terinspirasi untuk mengembangkannya menjadi produk UMKM.

“Kegiatan Srikandi Ganjar Jabodetabek hari ini mengambil tema UMKM naik level, karena kita melihat dari kegiatan hari ini kita mengadakan pelatihan pembuatan dan pengolahan tempe secara menarik,” ucapKoordinator Wilayah Srikandi Ganjar Jabodetabek, Wahyuni Safitri, Kamis (16/11/2023).

Dengan mengolah tempe menjadi produk yang menarik, seperti bentuk hewan atau bunga, diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat terutama anak-anak, untuk mengonsumsi tempe.

Baca Juga : Sumber Pangan Lokal Alternatif Pengganti Nasi

Pelatihan ini dipandu oleh Ristini, seorang pegiat tempe. Ia menjelaskan secara detail proses tahapan pembuatan tempe kepada peserta. Kegiatan Srikandi Ganjar diharapkan dapat memberikan manfaat signifikan dalam meningkatkan keterampilan warga dalam mengolah tempe.

“Biar anak-anak nggak bosan makan tempe (dibentuk jadi) kura-kura, karakter hewan, karakter bunga, lucu-lucu. Alhamdulillah bermanfaat. Jadi anak-anak makan tempe, jadi sehat. Moga-moga anak-anak Indonesia jadi sehat, nggak selalu makan yang instan, nggak jajanan terus,” kata Ristini.

Srikandi Ganjar dalam Pelatihan Mengkreasikan Tempe
Srikandi Ganjar dalam Pelatihan Mengkreasikan Tempe

Anisa, salah satu peserta pelatihan, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bagus dan bermanfaat, khususnya bagi perempuan di Jakarta Timur.

“Menurut aku sih lumayan bagus karena kebanyakan tempe dibungkus plastik atau pisang. Kalau kayak gini kan karakter, anak-anak kemungkinan suka. Bagus banget sih pelatihannya. Menjanjikan sih (buat usaha), karena tempe kan semua orang tahu,” ujar Anisa.

Perempuan berusia 30 tahun tersebut bahkan berencana untuk memulai usaha rumahan dari olahan tempe. Menurutnya, tempe mudah didapat dan memiliki harga yang relatif terjangkau.

“Ada niatan juga mau coba (usaha) karena bahannya juga mudah dicari kayak kedelai direndem, direbus, didiemin seharian. Jadi gampang banget menurut saya,” kata Anisa.

Anisa berharap pelatihan ini dapat memotivasi perempuan untuk mengeksplorasi ide bisnis. Dengan demikian, upaya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat dapat menjadi kenyataan dalam mencapai Indonesia emas 2045.

Baca Juga : Sejarah ESG, Prinsip Untuk Ekonomi Hijau

Pada kesempatan tersebut, sukarelawan Srikandi Ganjar juga memperkenalkan sosok Ganjar-Mahfud MD sebagai calon presiden dan calon wakil presiden pada Pemilu 2024 kepada warga setempat.

Menanggapi hal tersebut, Anisa menyatakan bahwa Ganjar-Mahfud dianggap sebagai pasangan yang ideal karena memiliki kemampuan merangkul seluruh lapisan masyarakat, termasuk kaum milenial.

“Pak Ganjar memang milenial banget karena ngelihat (dari media) digital Pak Ganjar merangkul banyak masyarakat. Pak Mahfud sama seperti Pak Ganjar, merangkul masyarakat karena dia terjun langsung ke masyarakat,” ungkap Anisa.

“Harapannya semoga menjadi presiden yang bisa buat masyarakat kecil biar bisa lebih baik lagi buat negara kita,” lanjut dia.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *