Blog Post

Gerakan > Business > Sri Mulyani Bicara Melemahnya Rupiah dan Naiknya Bunga BI
Uang

Sri Mulyani Bicara Melemahnya Rupiah dan Naiknya Bunga BI

Spread the love

Dalam rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada Oktober 2023, diputuskan untuk meningkatkan tingkat suku bunga acuan BI7DRR sebesar 25 poin basis (Bps) menjadi 6%, di tengah pelemahan nilai tukar Rupiah.

Meskipun demikian, peningkatan tingkat suku bunga tersebut belum berhasil meredakan tekanan terhadap Rupiah yang pada hari Senin (23/10) masih mengalami penurunan sebesar 0,44% menjadi Rp 15.940 per Dolar AS.

Shinta Widjaja Kamdani, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), melihat kenaikan suku bunga sebagai bagian dari upaya Bank Indonesia untuk mengatasi pelemahan Rupiah.

Namun, Apindo tetap optimistis terkait situasi ekonomi dalam negeri Indonesia yang masih tumbuh positif dan inflasi yang tetap terkendali.

Pelemahan Rupiah dan kenaikan suku bunga akan berdampak pada sektor usaha, terutama terkait dengan suku bunga kredit yang dapat mempengaruhi ekspansi bisnis karena meningkatnya beban produksi.

Penjelasan Sri Mulyani Mengenai Pelemahan Rupiah

Sedangkan menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, pelemahan nilai tukar Rupiah hampir mencapai Rp16 ribu per Dolar Amerika Serikat (AS), yang terkait dengan kondisi di Amerika Serikat di mana tingkat inflasi masih cukup tinggi.

Bank sentral AS, The Fed, telah memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga acuan akan berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama, atau “higher for longer.”

Kondisi ini telah mendorong arus modal kembali ke Amerika Serikat.

“Ini yang mengakibatkan banyak aliran modal kembali ke Amerika Serikat, sehingga indeks dolar menguat menjadi 106. Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia menyebut angka 93, yang menandakan bahwa dolar AS sedang kuat secara global,” ujar beliau di Istana Kepresidenan pada hari Senin (23/10).

Baca Juga : 5 Alasan Ganjar Pranowo Berpotensi Menang Di Pilpres 2024

Sebagai tanggapan terhadap situasi tersebut, bendahara negara menyatakan bahwa Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan mengkoordinasikan kebijakan moneter dan fiskal.

Dengan demikian, jika pelemahan nilai tukar Rupiah disebabkan oleh faktor dari negara lain, seperti Amerika Serikat, dampaknya dapat diminimalkan.

“Kami akan berupaya meminimalkan dampaknya, baik terhadap nilai tukar, inflasi, pertumbuhan ekonomi, maupun stabilitas sistem keuangan. Kami akan terus melaksanakannya dengan penuh insentif,” ujar Sri Mulyani.

Nilai tukar Rupiah telah mengalami penurunan yang berkelanjutan akhir-akhir ini, mendekati level Rp16 ribu. Pada awal perdagangan pekan ini, Rupiah ditutup pada level Rp15.933 per Dolar AS.

Baca Juga : Kenapa Hujan Mendadak Guyur Jabodetabek

Mata uang Garuda melemah sebanyak 61 poin atau sekitar 0,38 persen dibandingkan dengan nilai tukar sebelumnya.

Secara serupa, kurs referensi Bank Indonesia (BI), yakni Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), menunjukkan pelemahan Rupiah ke posisi Rp15.943 per Dolar AS pada hari perdagangan saat ini.

Kondisi Mata Uang di Negara Asia Lainnya

Mata uang di wilayah Asia menunjukkan pergerakan yang beragam. Rupee India mengalami penguatan sebesar 0,04 persen, dolar Hong Kong menguat sekitar 0,01 persen, ringgit Malaysia mengalami penguatan sebanyak 0,8 persen, dan bath Thailand menguat sebesar 0,08 persen. Di sisi lain, won Korea Selatan mengalami pelemahan sekitar 0,47 persen, yuan China mengalami penurunan sebesar 0,06 persen, peso Filipina turun sekitar 0,17 persen, dan dolar Singapura mengalami penurunan sebesar 0,01 persen.

Sementara itu, sebagian besar mata uang dari negara maju mengalami penurunan. Dolar Kanada mengalami pelemahan sekitar 0,11 persen, Poundsterling Inggris turun sekitar 0,15 persen, Euro Eropa mengalami penurunan sekitar 0,02 persen, dan franc Swiss mengalami penurunan sebesar 0,17 persen.

Dalam konteks ini, dolar Australia menguat sebesar 0,03 persen. Lukman Leong, seorang analis dari DCFX Futures, menjelaskan bahwa pelemahan Rupiah dipengaruhi oleh data ekonomi yang kuat dari Amerika Serikat.

 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *