Blog Post

Gerakan > Nasional > Sejarah ESG, Prinsip Untuk Ekonomi Hijau

Sejarah ESG, Prinsip Untuk Ekonomi Hijau

Spread the love

Pasangan Calon Ganjar-Mahfud MD memiliki visi-misi untuk menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) guna memajukan Ekonomi Hijau.

Dalam upaya mereka, pasangan ini berkomitmen untuk mengembangkan lingkungan yang adil dan lestari, mengakui pentingnya isu lingkungan yang semakin menjadi perhatian, khususnya bagi generasi muda.

Ganjar-Mahfud juga berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, mencapai keseimbangan ekologis melalui manajemen hutan yang berkelanjutan, menerapkan strategi adaptasi dan mitigasi terhadap krisis iklim, serta mendukung pembentukan desa yang sadar akan dampak perubahan iklim.

Dengan pendekatan ini, pasangan ini berusaha merangkul prinsip ESG dalam rangka mencapai pembangunan ekonomi yang ramah lingkungan.

Sejarah ESG

Peningkatan kesadaran akan pentingnya investasi yang memperhatikan dimensi sosial dan lingkungan berkaitan dengan memburuknya keadaan lingkungan dan meningkatnya kesadaran akan hak-hak sosial. Seiring berjalannya beberapa dekade terakhir, berbagai gerakan telah muncul untuk mendesak pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) serta menekankan urgensi upaya mitigasi terhadap perubahan iklim.

Dalam konteks gerakan ini, perhatian terhadap integrasi Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam praktik bisnis juga mengalami peningkatan.

Pada tahun 1992, Earth Summit yang diselenggarakan oleh PBB di Rio de Janeiro, Brasil, menjadi tonggak penting, menandai dua dekade sejak konferensi lingkungan pertama di Stockholm, Swedia,

pada tahun 1972. Sejak saat itu, Conference of the Parties (COP), yang menjadi konferensi iklim paling signifikan di dunia, diadakan setiap tahun sejak 1995.

Baca Juga: Gaya Komunikasi ala Ganjar Pranowo

Fokus pada dampak lingkungan dari gerakan-gerakan ini telah berkontribusi secara signifikan terhadap popularitas dan kerangka kerja ESG. Tahun 1997 mencatat pencapaian penting dengan disetujuinya Protokol Kyoto, yang mendorong negara-negara di seluruh dunia untuk mengurangi emisi GRK guna melawan pemanasan global.

Protokol Kyoto, yang melibatkan komitmen 192 negara untuk menetapkan target pengurangan emisi GRK, mulai berlaku pada tahun 2005. Kesadaran akan investasi yang mempertimbangkan dimensi sosial dan lingkungan terus berkembang seiring dengan memburuknya kondisi lingkungan dan kesadaran sosial yang semakin meningkat.

 

Kepentingan ESG

ESG merupakan faktor kunci dalam dunia bisnis untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Dengan fokus pada ESG, perusahaan dapat menghasilkan produk yang tidak hanya berdampak ekonomi tetapi juga memberikan manfaat sosial dan lingkungan.

Perusahaan dengan fondasi ESG cenderung lebih tangguh dalam menghadapi krisis dan mampu menciptakan nilai serta keuntungan jangka panjang. 

ESG menekankan pentingnya keberlanjutan dalam semua aspek kegiatan bisnis perusahaan, meningkatkan kepercayaan investor ketika prinsip-prinsip ESG diterapkan.

Di sisi lain, terdapat peningkatan signifikan dalam jumlah investor yang fokus pada ESG dalam beberapa tahun terakhir, dengan tren ini diperkirakan akan terus berkembang. 

Investor ini cenderung lebih proaktif dalam mempengaruhi kebijakan dan praktik perusahaan, sering terlibat dalam pertemuan pemegang saham. 

Mereka mengevaluasi perilaku perusahaan berdasarkan tiga kriteria ESG untuk menentukan kinerja finansialnya di masa depan. 

Setelah melakukan penilaian, investor ini siap berinvestasi dalam perusahaan yang mereka nilai berharga dan berkelanjutan. 

Singkatnya, ESG adalah standar dalam pengelolaan bisnis yang berfokus pada dampak positif terhadap lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *