Blog Post

Gerakan > Election > Profil PPP, Koalisi Ganjar-Mahfud Berusia 50 Tahun
PPP Deklarasikan Dukungan Kepada Ganjar Pranowo

Profil PPP, Koalisi Ganjar-Mahfud Berusia 50 Tahun

Spread the love

Ganjar Pranowo, yang merupakan kandidat Calon Presiden tahun 2024, didukung oleh beberapa partai politik, antara lain Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Awalnya, dukungan dari partai dimulai dengan PPP, kemudian diikuti oleh deklarasi dari Perindo dan Partai Hanura. Kemudian partai tersebut bergabung sebagai bagian dari koalisi mendukung Ganjar Pranowo dalam pencalonan Presiden 2024.

Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang didirikan pada 5 Januari 1973, hasil penggabungan empat partai Islam. Partai tersebut termasuk Partai Nahdhatul Ulama, Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) dan Partai Islam Perti. Empat partai tersebut mengukuhkan posisinya sebagai kekuatan politik berbasis agama yang signifikan.

PPP secara resmi menyatakan dukungannya terhadap Ganjar Pranowo sebagai Calon Presiden pada Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2024-2029. Muhammad Mardiono, yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum (Plt) PPP, mengumumkan deklarasi tersebut di kediamannya di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu (26/04/2023).

Baca Juga : Ganjar Pranowo Dapat Dukungan Dari Ahok

Alasan Mendukung Ganjar Pranowo

Menurut penilaian Mardiono, dukungan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terhadap calon presiden dipertimbangkan berdasarkan sejumlah alasan, di antaranya:

  1. Dukungan politik kepada Ganjar dianggap sebagai kelanjutan dari kepemimpinan yang telah dimulai pada 2018-2023, dan hal ini dianggap sebagai upaya untuk meneruskan estafet kepemimpinan hingga periode 2024-2029. PPP sebelumnya telah memberikan dukungan serupa pada Pilkada Jateng 2018-2023.
  2. PPP mempercayakan pelaksanaan kebijakan amar ma’ruf nahi munkar (kebijakan benar dan salah) kepada Ganjar. Mardiono menegaskan pentingnya menerapkan prinsip politik religius.
  3. PPP menilai bahwa kemampuan, integritas, dan penerimaan masyarakat terhadap Ganjar membuatnya sangat layak untuk menduduki jabatan ketua umum. Selain itu, popularitas dan elektabilitas Ganjar sebagai politisi telah terbukti melalui berbagai survei, yang menempatkannya sebagai tokoh terkemuka dibandingkan dengan yang lain.

Baca Juga : Sejarah Partai Pendukung Ganjar Pranowo

Jika ditarik secara historis, Mardiono menyatakan bahwa Ganjar memiliki keterkaitan yang tak terpisahkan dengan PPP. Mertuanya, Akhmad Musodik Supriyadi, yang juga ayah dari istri Ganjar, Siti Atikoh, pernah menjabat sebagai Ketua DPC PPP Purbalingga selama empat periode dari 1973 hingga 1991. Akhmad Musodik Supriyadi juga menjadi anggota DPRD Bupati Purbalingga selama lima periode sebelum terlibat dalam MPR PPP.

Lalu, terungkap bahwa Akhmad Musodik Supriyadi merupakan putra dari seorang ulama penting dalam pendiri Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Tengah, yaitu KH. Hisyam Abdul Karim. Kyai Hisyam adalah pendiri Pondok Pesantren Riyadus Sholihin di Padukuhan Sokawera, Desa Kalijaran, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Kakek Siti Atikoh, yang merupakan ulama besar, terkenal sebagai Rais Syuriah PCNU Purbalingga pada periode 1973-1983. Setelah wafatnya kakeknya pada 12 Januari 1989, pesantren tersebut dikelola bersama oleh keturunannya, termasuk Siti Atikoh.

 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *