Blog Post

Gerakan > Election > Pidato Ganjar di KPU, Pengamat : Langsung Gigi 6
Ganjar Pranowo dan Mahfud MD

Pidato Ganjar di KPU, Pengamat : Langsung Gigi 6

Spread the love

Sekretaris Jendral (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto,  menanggapi pidato Ganjar Pranowo setelah penetapan nomor urut di KPU. Hasto menyatakan bahwa PDIP, sebagai partai yang menyatu dengan rakyat, tidak perlu panik. Ia menyindir pihak lain yang terlihat panik dan bersekutu dengan kekuasaan, serta melakukan rekayasa hukum.

“Kita kan menyatu dengan rakyat, siapa yang menyatu dengan rakyat, tidak pernah panik. Siapa yang bersekutu dengan kekuasaan sampai melakukan rekayasa hukum, itulah yang panik,” ucap Hasto kepada wartawan di gedung High End, dikutip Kamis, 16 November 2023.

Ucapan tersebut mencerminkan pandangan Ganjar Pranowo bahwa seorang pemimpin harus menjadikan kedaulatan rakyat sebagai prioritas utama, melebihi kepentingan pribadi. Selain itu, ia menekankan pentingnya rakyat dalam menentukan arah masa depan bangsa dan kebebasan dari intimidasi.

Baca Juga : Ganjar Dulu Dicaci, Kini Dipuji Bela Palestina

Lebih lanjut, menurut Hasto, isi pidato Ganjar Pranowo mencerminkan aspirasi dan perasaan masyarakat Indonesia. Aspirasi tersebut dalam konteks situasi politik yang tengah berkembang saat ini.

“Jadi, dimaknakan ke sana apa yang dilakukan Pak Ganjar kan mengutarakan bagaimana suara dari guru bangsa suara tokoh-tokoh bangsa yang dikenang kredibilitasnya,” tuturnya.

Ganjar Pranowo, dalam pidato singkat setelah pengundian nomor urut capres-cawapres di KPU, menyatakan tekadnya untuk mengembalikan amanat reformasi sesuai dengan jalurnya. Menurutnya, proses Pemilu Presiden 2024 harus berlangsung dengan jujur dan adil. Ganjar juga berjanji untuk menjauhkan praktik kolusi dan korupsi jika terpilih sebagai Presiden.

Apa Kata Ahli?

Ujang Komarudin, seorang pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, berpendapat bahwa dalam pidato setelah pengundian nomor urut capres-cawapres di KPU RI, Ganjar Pranowo dari PDI Perjuangan memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan serangan terhadap rivalnya.

Meskipun kandidat lain menunjukkan ekspresi riang gembira terkait Pemilu 2024, Ganjar Pranowo memilih pendekatan yang lebih tajam dan kritis dalam pidatonya.

“Kalau yang lain defensif, Prabowo (Subianto), Cak Imin (Muhaimin Iskandar) lebih asyik, cair, dan lebih menyenangkan. Ganjar langsung gaspol offensif kelihatannya,” kata Ujang, Rabu (15/11).

Meskipun demikian, Ujang menilai Ganjar belum secara langsung menyerang rivalnya dalam Pilpres 2024.

Baca Juga : Ganjar: Infrastruktur itu Penting Untuk Ekonomi

“(Ganjar) mengatur napas sedikit lalu menyerang dengan sedikit halus, tadinya mau frontal tidak jadi karena situasi ya,” kata Ujang.

Jika dianalogikan seperti balap mobil, Ujang menyebut Ganjar telah menambah kecepatan hingga gigi 6.

“Ya kira-kira seperti itu. Baru di garis start langsung gigi 6 gitu,” demikian Ujang.

Dalam pidatonya, Ganjar menyoroti kondisi demokrasi yang dinilai tidak baik dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga demokrasi.

“Kewajiban kita, bapak ibu, untuk menjaga, karena kalau kita merasakan itu, rasanya demokrasi harus kita pastikan, bahwa demokrasi bisa baik, meskipun sekarang belum baik-baik saja. Kita harus sampaikan itu,” ujar Ganjar seusai pengundian nomor urut di Gedung KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa malam (14/11).

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *