Blog Post

Gerakan > Election > Perhatian Ganjar Pranowo Terhadap Sektor Pendidikan
5 Hobi Ganjar Pranowo Calon Presiden 2024, Cuma Hobi Sederhana

Perhatian Ganjar Pranowo Terhadap Sektor Pendidikan

Spread the love

Capres Ganjar Pranowo, memiliki perhatian yang tinggi terhadap sektor pendidikan. Terutama terhadap tenaga pengajar, sekolah, hingga pendidikan tinggi.

Sehingga dalam visi – misinya bersama Calon Wakil Presidennya (Cawapres) Mahfud MD, Ganjar juga mencantumkan program-program yang bertujuan mendorong perkembangan sektor pendidikan di Indonesia.

Perhatiannya Terhadap Tenaga Pengajar

Dalam acara Forum Alumni Perguruan Tinggi se-Indonesia bertajuk “Ganjar Jawab Tantangan Masa Depan Indonesia” di The Ballroom XXI Djakarta Theater, Jakarta Pusat, pada hari Minggu (17/9/2023), Ganjar menyampaikan perhatiannya terhadap tenaga pengajar.

Ganjar mengaku miris dengan kondisi ekonomi para guru yang dibayar kecil. Banyak sekali pahlawan guru-guru yang hanya dibawar di bawah Rp1 juta dalam sebulan.

Ia menilai fenomena tersebut akhirnya membuat kebanyakan lulusan dari perguruan tinggi lebih memilih untuk bekerja di BUMN atau perusahaan swasta yang besar karena gaji yang diterima juga besar dan layak.

Padahal guru merupakan salah satu faktor yang penting untuk bisa mendongkrak Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia agar bisa bersaing di kancah internasional. Apalagi dalam menyambut bonus demografi.

Apabila pemerintah dapat memanfaatkan bonus demografi ini, Indonesia akan bisa melakukan lompatan dalam berbagai hal di bidang ekonomi, sehingga pendapatan negara juga bisa terdongkrak naik.

Upaya perbaikan kesejahteraan guru sudah pernah ia terapkan saat dirinya masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah. Ia mengupayakan agar gaji guru setara dengan minimal upah minimum yang berlaku.

Perhatiannya pada kesejahteraan guru dituangkan ke dalam booklet visi misinya yang sudah dirilis.

Dalam salah satu misinya Ganjar Pranowo dan Mahfud MD menjanjikan kesejahteraan tenaga pendidik, dari guru hingga dosen, melalui program guru dan dosen sejahtera, berkualitas, dan kompeten sejajar negara maju.

“Pendapatan guru dan dosen harus meningkat dan harus sejahtera, melalui penyempurnaan sertifikasi guru dan dosen secara lebih sederhana,” tulis keterangan pada dokumen itu.

Baca Juga: Ganjar – Mahfud Bisa Gaet Anak Muda

Ingin Wujudkan Sekolah Gratis

Ganjar Pranowo juga telah berkomitmen untuk menghadirkan sekolah gratis se-Indonesia bagi masyarakat tidak mampu.

Komitmen ini dimasukan dalam misi Ganjar – Mahfud. Salah satu program misi mereka adalah menggagas program 12 tahun belajar gratis yang mencangkup penggunaan tele-education. Penggunaan tele-education ini diharapkan dapat dinikmati anak-anak di Indonesia dengan merata.

Mereka berjanji program sekolah gratis ini berlaku untuk sekolah negeri dan swasta, serta pesantren yang memenuhi persyaratan bantuan dari pemerintah.

Komitmen tersebut bukanlah omong kosong, karena ia telah merealisasikannya ketika menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah selama dua periode.

Ganjar Pranowo menganggap sekolah gratis adalah bagian integral dari upaya mempermudah akses pendidikan yang terbukti dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat secara menyeluruh dan secara jangka panjang dapat menuntaskan masalah kemiskinan.

Ganjar khawatir tentang ketidakmerataan infrastruktur dan akses pendidikan di berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, setiap daerah harus memiliki akses pendidikan yang merata dan mudah dijangkau oleh masyarakat.

Bicara tentang permasalahan infrastruktur pendidikan, Ganjar mengungkapkan perlu adanya investasi dalam hal infrastruktur pendidikan dan peningkatan alokasi anggaran khusus untuk memastikan akses pendidikan yang lebih mudah bagi seluruh lapisan masyarakat.

Seperti yang kita ketahui sebelumnya, ketika menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo telah merealisasikan program sekolah gratis bagi warga yang tidak mampu.

Ia menginisiasi sekolah SMK negeri berbasis boarding school yang menawarkan pendidikan gratis, meliputi seragam, sepatu, asrama, dan makanan bagi para siswa.

Selain itu, sekolah tersebut juga bekerjasama dengan perusahaan dan industri untuk dapat menyerap tenaga kerja ketika para siswa lulus dari sekolah tersebut.

Sejak 2014 sampai saat ini, sekolah berkonsep boarding gagasan Ganjar tersebut telah mencetak lulusan sebanyak 1.837 siswa,

Dari jumlah tersebut, 80 persen siswa berhasil terserap di dunia kerja maupun perguruan tinggi, baik di tingkat nasional atau di luar negeri.

Hal tersebut dapat terjadi karena siswa dibekali kemampuan akademik sesuai dengan jurusannya.

Baca Juga: Rangkuman Singkat Karier Politik Ganjar Pranowo

Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana

Ganjar memprogramkan satu keluarga miskin satu sarjana. Menurutnya sepuluh tahun ke depan harus melakukan ada satu akselerasi di dunia pendidikan. Contohnya, bagi warga miskin sekolahnya harus ditanggung negara.

Upaya itu sebagai langkah mewujudkan Indonesia Emas 2045 dengan memanfaatkan bonus demografi yang didukung dengan percepatan revolusi dalam dunia pendidikan.

Ganjar berpendapat sudah saatnya, pendidikan mencetak kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan skill yang unggul, juga memiliki bekal karakter yang kuat dan baik.

Program satu keluarga miskin, satu sarjana menurutnya dapat membantu percepatan mencetak SDM berkualitas tersebut.

Pada dokumen visi misi yang dirilisnya, program kerja tersebut juga dicantumkan. Ini menunjukan komitmennya mewujudkan program yang dibuat untuk memastikan setiap keluarga memiliki minimal satu anak yang bersekolah hingga jenjang pendidikan sarjana.

“Satu keluarga miskin, satu sarjana memastikan setiap keluarga miskin menyekolahkan minimal satu anaknya hingga sarjana untuk memutus rantai kemiskinan,” tulis keterangan pada dokumen visi – misi Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *