Blog Post

Gerakan > Internasional > Pasca Pembunuhan Pemimpin Separatis Sikh: India Akhirnya Membuka Layanan Visanya Kembali di Kanada

Pasca Pembunuhan Pemimpin Separatis Sikh: India Akhirnya Membuka Layanan Visanya Kembali di Kanada

Spread the love

India telah mengumumkan pembukaan kembali layanan visa bagi warga Kanada sebagai kesepakatan untuk mengakhiri perselisihan diplomatik antara kedua negara terkait pembunuhan pemimpin separatis Sikh di tanah Kanada.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya normalisasi hubungan antara India dan Kanada yang sempat tegang akibat tuduhan Justin Trudeau, Perdana Menteri Kanada, yang mengaitkan keterlibatan intelijen India dalam pembunuhan Hardeep Singh Nijjar, warga Kanada, bulan lalu.

Hubungan kedua negara itu sendiri memang sempat memanas akibat tuduhan tersebut yang kemudian disebut sebagai ” sesuatu yang absurd” oleh India.

Dalam tanggapannya terhadap situasi kasus pembunuhan pemimpin separatis Sikh tersebut, India dengan segera menutup layanan visa bagi warga Kanada.

Namun pada Rabu (25/10/2023) waktu Indonesia, negara yang beribukota di New Delhi tersebut membuka layanan visa-nya kembali.

India berharap langkah ini dapat menunjukkan niat mereka untuk mengurangi eskalasi ketegangan dengan Kanada akibat peristiwa pembunuhan pemimpin separatis Sikh.

Hal ini disambut baik oleh Harjit Sajjan, Menteri Kesiapsiagaan Darurat Kanada, yang menyatakan bahwa keputusan tersebut merupakan “kabar baik bagi warga Kanada.”

Baca Juga: RUU Perampasan Aset Jadi Prioritas Mahfud MD Cawapres Ganjar dalam Memberantas Korupsi

Pembunuhan Pemimpin Separatis Sikh

Pembunuhan Pemimpin Separatis Sikh

Pembunuhan Hardeep Singh Nijjar, yang merupakan seorang aktivis Sikh yang mendukung pembentukan negara Sikh terpisah di India, telah meningkatkan tensi ketegangan antara kedua negara.

Meskipun India telah lama menuduh Nijjar memiliki keterkaitan dengan terorisme, tuduhan tersebut telah dibantah oleh Nijjar.

Presiden Kanada, Justin Trudeau mengungkapkan keprihatinan atas kemungkinan keterlibatan pemerintah India dalam pembunuhan tersebut, yang kemudian ditolak oleh pihak India.

Matthew Miller, juru bicara Departemen Luar Negeri Kanada, menyatakan, “Menyelesaikan berbagai perbedaan membutuhkan diplomat di lapangan. Kami (pemerintah Kanada) telah mendorong pemerintah India untuk tidak bersikeras dalam mengurangi kehadiran diplomatik Kanada dan untuk bekerja sama dalam investigasi Kanada yang sedang berlangsung. – red” ungkap Matthew dikutip dari salah satu media internasional

Dengan adanya langkah-langkah normalisasi hubungan antara India dan Kanada, ia berharap agar perselisihan diplomatik tersebut dapat segera diselesaikan secara damai.

Perselisihan antara India dan Kanada bukanlah tanpa konteks sejarah. Gerakan separatisme Sikh, yang mencuat negara Khalistan terpisah dari India masih mendapat dukungan dari sebagian kecil diaspora Sikh di luar India, terutama di Kanada.

Meskipun gerakan separatisme Sikh sudah hampir tidak ada di India, pemerintah India masih terus memantau setiap aktivitas yang dianggap sebagai “ekstremisme” dan menganggap beberapa kelompok tersebut sebagai “teroris” dan “penjahat.”

Dengan demikian, India menegaskan bahwa langkah-langkahnya, termasuk pembatasan layanan visa sebelumnya bertujuan untuk menjaga keamanan dan kedaulatan negaranya.

Oleh karena itu, dengan adanya pembukaan kembali layanan visa bagi warga Kanada, diharapkan hubungan antara kedua negara dapat kembali pulih dan berlanjut dengan baik.

Baca Juga: 3 Destinasi Asik Wisata Lampung

Kedua pemerintah negara tersebut saat ini telah menegaskan pentingnya kerja sama antar negara dalam menangani isu-isu yang kompleks secara bilateral.

Sebagai negara yang menjunjung tinggi supremasi hukum, Kanada berkomitmen untuk melindungi warga negaranya, sementara India juga berupaya untuk menjaga kestabilan dan kedaulatan negaranya terutama pasca tegangnya peristiwa pembunuhan pemimpin separatis Sikh.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *