Blog Post

Gerakan > Nasional > Pak Kasur yang Legendaris, Pencipta Lagu Anak
Pak Kasur Pencipta Lagu Anak-Anak

Pak Kasur yang Legendaris, Pencipta Lagu Anak

Spread the love

Siapa yang tak pernah mendengar nama Pak Kasur? Beliau adalah sosok yang sangat dikenal oleh anak-anak sejak tahun 70-an. Ia merupakan pencipta lagu-lagu anak yang karyanya masih dikenang hingga saat ini.

Lahir di Serayu, Purbalingga, pada tanggal 19 Juli 1912, nama asli Pak Kasur adalah Soerjono. Ia adalah anak bungsu dari sembilan bersaudara. Setelah kepergian ayahnya, Pak Kasur muda dibesarkan oleh kakak sulungnya.

Sejak kecil, anak bungsu dari delapan bersaudara ini selalu tertarik pada dunia seni. Dia senang melawak, menari, menyanyi, dan bermain dalang-dalangan.

Baca Juga : Kereta Cepat Whoosh Catat Rekor Angkut 11.329 Penumpang Kemarin

Panggilan “Pak Kasur” bermula ketika ia bergabung dengan Kepanduan (Pramuka) Indonesia pada tahun 1939. Setelah lulus dari MULO pada tahun 1930, Pak Kasur mulai terlibat dalam dunia anak-anak. Pada tahun 1937, ia lulus dari Hollandsch Inlandsche Kweekschool (HIK) di Gunung Sari, Bandung.

Setelah lulus dari HIK, ia menjadi guru di Sumedang dan Bandung. Di Bandung, ia memiliki banyak teman dan dikenal sebagai sosok yang ramah dan ceria di antara teman-temannya. Mereka bahkan memberinya julukan “Susur”. Pak Kasur tidak pernah marah atas panggilan semacam itu, malah selalu tertawa terbahak-bahak. Seiring berjalannya waktu, nama “Kasur” menjadi lebih umum, dan kemudian menjadi “Pak Kasur”.

Kasur sendiri merupakan singkatan dari julukan “Kak Soer”, yang memang biasa digunakan oleh para anggota Pramuka untuk memanggil kakak, sebagai sosok yang lebih tua seperti Guru atau Pembina. Nama itu pun lama kelamaan berubah menjadi “Kasur” dan “Pak Kasur”.

Ketika tentara Jepang tiba pada tahun 1942, ia berhenti mengajar karena tidak bisa menerima kedudukan Jepang di Indonesia saat itu. Setelah itu, ia mencari nafkah dengan berjualan berbagai barang pokok.

Pasca Indonesia Merdeka

Pada tahun 1946, ia menikahi Sandiah yang dikenal dengan sebutan Bu Kasur. Selama periode revolusi fisik untuk mempertahankan kemerdekaan, ia pindah dari Bandung ke Jakarta dan menulis lakon atau cerita sandiwara seperti “Bandung Lautan Api,” “Mari Bung Sanggah Kembali,” dan “Pelangi Hijrah.”

Setelah Indonesia merdeka, Pak Kasur menjadi pembawa acara anak-anak di Radio Republik Indonesia (RRI) dan menciptakan banyak lagu anak-anak yang terkenal, seperti “Naik Delman,” “Sepedaku,” “Balonku,” “Potong Bebek Angsa,” “Kebunku,” dan lainnya. Selama periode ini, Pak Kasur menciptakan sekitar 140 lagu.

Ketika TVRI mulai mengudara pada tahun 1962, Pak Kasur dan istrinya, Bu Kasur, yang juga pencipta lagu anak, bersama-sama memandu acara “Mengenal Tanah Air,” “Arena Anak-Anak,” dan “Taman Indria Bu Kasur.”

Baca Juga : Cuaca Panas Ekstrem Ancaman Serius Bagi Kesehatan

Kecintaan Pak Kasur dan Bu Kasur terhadap dunia anak mendorong mereka untuk mendirikan Taman Kanak-Kanak. Setelah pensiun dari dunia penyiaran, mereka mendirikan taman kanak-kanak mini di rumah mereka.

Taman Kanak-Kanak ini awalnya berlokasi di Jalan H. Agus Salim, Jakarta, tetapi karena pembelajaran berlangsung di rumah, sekolah ini harus pindah-pindah bersama pemilik rumah. Salah satu muridnya yang kemudian menjadi tokoh nasional adalah Megawati Soekarnoputri.

Saat ini, Taman Kanak-Kanak yang didirikan oleh Pak Kasur memiliki empat cabang, yaitu di Pasar Minggu, Bekasi, Cipinang, dan Tangerang.

Pak Kasur meninggal pada 26 Juni 1992, tetapi karyanya masih terus dikenang hingga saat ini.

1 Comment

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *