Blog Post

Gerakan > Daerah > Mengenal Budaya Unik Tota’an Merpati Dari Jember
Tota'an Merpati, Tradisi asal Jember

Mengenal Budaya Unik Tota’an Merpati Dari Jember

Spread the love

Kabupaten Jember terkenal sebagai daerah yang ditinggali etnis suku yang beragam. Mayoritas penduduk Jember bisa dikatakan adalah pendatang sejak masa kolonial Belanda.

Orang-orang menyebutnya sebagai kota Pendalungan, yang artinya pertemuan dua masyarakat etnis yang bercampur, antara Jawa dan Madura.

Tota’an Merpati, Tradisi asal Jember

Di Jember, ada sebuah tradisi unik yang menjadi ciri khas dan tradisi dari Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Terdapat sebuah tradisi panjang yang dikenal sebagai Tota’an di Kabupaten Jember. Ada beberapa pendapat yang mengindikasikan bahwa Tota’an bermula di Kecamatan Semboro dan kemudian menyebar ke berbagai daerah lain di Jember.

Tradisi ini secara khusus diperuntukkan bagi komunitas yang memiliki minat dalam burung merpati. Mereka berkumpul dan menjadikan acara ini sebagai kesempatan untuk mempererat hubungan persaudaraan di antara mereka.

Dalam pelaksanaan Tota’an, para penggemar burung merpati saling berbagi informasi tentang cara merawat burung, sambil makan-makan menikmati hidangan bersama. Selain itu, juga terdapat kegiatan arisan dan pengundian meskipun hadiahnya tidak terlalu besar. Kadang-kadang makna sebenarnya dari istilah “Tota’an” tidak jelas.

Tota'an Merpati, sumber/jembertourism.jemberkab.go.id
Tota’an Merpati, sumber/jembertourism.jemberkab.go.id

Namun, realitas dalam pelaksanaan acara sering kali melebihi arti kata itu sendiri. Terlihat bagaimana, saat siang hari tiba, ratusan orang dengan bangga membawa keranjang berisi burung merpati. Jumlah burung merpati yang hadir dalam acara Tota’an bisa mencapai ribuan ekor. Setiap burung merpati yang mengikuti acara ini dihias dengan berbagai perlengkapan, seperti pita berwarna-warni dan hiasan jambul.

Tota’an dimulai dengan melepaskan sepasang burung merpati dari dua arah yang berbeda. Pasangan merpati ini melambangkan arah mata angin, dikenal sebagai pengantin barat dan pengantin timur.

Baca Juga : 5 Wisata Kabupaten Karanganyar, Kota Kelahiran Ganjar Pranowo

Setelah pasangan pengantin itu diterbangkan, para penggemar burung merpati berkumpul di tengah lapangan untuk melepaskan ribuan burung merpati masing-masing yang telah mereka siapkan sebelumnya.

Burung merpati kembali ke sarangnya, memenuhi komitmennya. Komitmen yang kita ketahui bahwa merpati tak pernah ingkar janji.

Di seluruh dunia, burung merpati dikenal sebagai simbol perdamaian dan juga lambang kesetiaan. Simbol ini merujuk pada sebuah tradisi yang ada di Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *