Blog Post

Gerakan > Lifestyle > Mahfud MD Rayu Anak Muda Agar Tidak Golput di Pemilu 2024
Mahfud MD

Mahfud MD Rayu Anak Muda Agar Tidak Golput di Pemilu 2024

Spread the love

Calon Wakil Presiden 2024, Mahfud MD di Makassar menekankan pentingnya partisipasi anak muda dalam Pemilu 2024.

Dalam upayanya untuk mengubah persepsi dan mengurangi angka golongan putih (golput), Mahfud meminta para konten kreator di Makassar untuk membuat video yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama kalangan milenial dan Gen Z.

“Bagaimana menggerakkan orang yang pada tanggal 14 Februari itu berumur 17 tahun, ikut datang ke TPS. Anak-anak yang berumur 17 tahun datang ke TPS pilih pilihan mu.” ujarnya

Mahfud MD juga menyoroti pentingnya melibatkan para pemilih yang sebelumnya memilih untuk golput.

“Kemudian konten berikutnya bagaimana orang yang tadinya suka golput, jadi voters. Kalau tahun kemarin yang golput, karena tidak percaya pada parpol, nanti tidak golput lagi.” tambah pendamping Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 tersebut.

Tak hanya itu, Mahfud juga mengkhawatirkan apatisnya sebagian generasi milenial dan Gen Z terhadap Pemilu 2024. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan tersebut menekankan bahwa generasi muda saat ini memiliki akses yang memadai untuk memahami dan memilih calon yang tepat.

“Saya tidak akan mengampanyekan partai siapa, orangnya siapa. Saudara sekarang ini punya akses yang diperlukan untuk tahu siapa calon anggota DPR ini, partai ini mau kemana, calon presiden ini siapa dan bagaimana masa lalunya dan bagaimana kira-kira masa depannya seperti apa. Saudara bisa memilih sendiri.”

Mahfud juga mendorong para konten kreator untuk mengedukasi masyarakat agar berbondong-bondong datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilu 2024, mengingat bahwa “masa depan Indonesia ada pada masyarakat.”

Menyikapi kekhawatiran akan potensi korupsi di parpol, Mahfud menegaskan komitmennya dalam menindak kasus korupsi, tanpa memandang afiliasi politik.

“Semua partai sama ditangkapi. Itu PPP ketua umumnya dua kali masuk. Ada semua.” Menyadari pentingnya tindakan tegas terhadap korupsi, Mahfud menambahkan, “Jangan berpikir tidak, semua partai ditindak. Semua sama ditangkap.” tegas Mahfud.

Baca Juga: Mengenali 5 Produk Ekonomi Digital di Sekitar Kita

Mengapa Golput Berbahaya Bagi Masa Depan Negara Seperti yang Diungkapkan oleh Mahfud MD?

Golput atau ketidakpartisipasian dalam proses pemilu merupakan sikap yang berpotensi berbahaya bagi masa depan negara. Dengan golput, suara dan pandangan masyarakat tidak terwakili secara efektif, mengakibatkan potensi distorsi dalam representasi kepentingan masyarakat.

Ketika jumlah golput meningkat, hal ini dapat memengaruhi legitimasi hasil pemilu dan mendorong kemungkinan terjadinya kekuasaan yang tidak mewakili kehendak mayoritas.

Selain itu, meningkatnya angka golput dapat mengurangi akuntabilitas para pemimpin terpilih dan mengurangi tekanan publik terhadap pemerintah, sehingga memungkinkan terjadinya praktik korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, serta ketidakadilan yang merugikan masyarakat.

Terlebih lagi, dengan rendahnya partisipasi politik, generasi muda dan pemilih potensial tidak dapat mengambil peran aktif dalam pembentukan kebijakan negara, sehingga membatasi perkembangan demokrasi dan menghambat tercapainya kemajuan yang berkelanjutan.

Oleh karena itu, partisipasi aktif dalam pemilu menjadi kunci penting dalam menjaga keseimbangan kekuasaan, mewujudkan pemerintahan yang akuntabel, dan menjamin keberlanjutan pembangunan yang berkelanjutan bagi masa depan negara.

Dengan komitmen dan upaya yang dilakukan oleh Mahfud MD dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat, terutama kalangan milenial dan Gen Z, diharapkan kesadaran akan pentingnya pemilu akan semakin meningkat tanpa adanya golput. Melalui edukasi dan pemahaman yang ditingkatkan, diharapkan generasi muda dapat menjadi pilar yang kuat dalam pembangunan demokrasi dan memastikan masa depan negara yang lebih cerah dan berkelanjutan.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *