Blog Post

Gerakan > Daerah > Mahfud MD Janji Perjuangkan Penegakan Hukum
Mahfud MD

Mahfud MD Janji Perjuangkan Penegakan Hukum

Spread the love

Mahfud MD menyatakan bahwa penerapan dan penegakan hukum harus menjadi landasan utama untuk menjaga negara. Menurutnya, prioritas utama adalah memastikan penegakan hukum dan keadilan.

“Apa yang perlu dilakukan ke depan, tidak lain, jika kita ingin terus menjaga negara ini, adalah membangun keadilan dan menegakkan hukum,” ujar beliau.

Mahfud MD menegaskan bahwa hukum adalah panglima tertinggi bagi suatu bangsa dan negara. “Sebuah negara bisa hancur jika penegakan hukum tidak tegak,” ucapnya dengan tegas.

Mahfud menambahkan bahwa sebenarnya, penerapan hukum yang benar tidak memerlukan pembelajaran khusus. Menurutnya, hukum seharusnya langsung tertanam di dalam hati nurani setiap anggota masyarakat, terutama para pemimpin bangsa.

Mahfud MD menyayangkan perilaku para pejabat dan penyelenggara pemerintah yang tidak patuh pada apa yang telah ditetapkan dalam instrumen hukum. Bagi Mahfud, para pejabat yang tidak melaksanakan aturan hukum dengan baik dianggap sedang melakukan khianat. “Berkhianat terhadap bangsa dan negara ini,” ujarnya dengan tegas.

Dalam ranah politik dan pemerintahan, Mahfud MD adalah sosok yang tidak asing selama dua dekade terakhir. Kiprah dan ketegasannya dalam penegakan hukum dan demokrasi diakui oleh masyarakat Indonesia.

Mahfud MD menyatakan bahwa proses demokrasi ditandai oleh pemilihan umum atau pemilu yang diadakan secara berkala.

Dalam pandangannya, pemilu selalu diharapkan untuk menghasilkan pemerintahan dan kekuasaan yang demokratis sesuai dengan aspirasi rakyat. “Pemilu harus dijalankan dengan etika dan martabat sehingga mampu menghasilkan pemerintahan dan kekuasaan yang demokratis sesuai dengan keinginan rakyat,” Ujar Mahfud.

Sebagai mekanisme politik untuk pembentukan pemerintahan dan pergantian kekuasaan, pemilu senantiasa diharapkan dapat menghasilkan pemerintahan dan kekuasaan yang demokratis sesuai dengan aspirasi rakyat.

Dalam konstitusi, pemilu harus dilaksanakan secara Luber Jurdil, yang artinya langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Mahfud MD menyatakan hal ini dengan tujuan agar aspirasi rakyat dapat terserap dan menjadi kesepakatan publik.

Mahfud MD menegaskan bahwa agar proses dan hasil pemilu benar-benar demokratis, pemilu harus dilaksanakan secara bermartabat, yakni sesuai dengan nilai, etika, dan aturan hukum.

Aturan hukum memiliki peran penting dengan memberikan kepastian mengenai prosedur, syarat, dan tahapan sehingga dapat diikuti dan dilaksanakan oleh semua peserta pemilu.

Menurut Mahfud, pemilu yang beretika harus dilakukan dan dijalankan secara bersama-sama oleh penyelenggara, peserta, dan masyarakat. Indonesia telah memiliki perangkat lengkap untuk mengadakan pemilu yang baik.

Mahfud MD menekankan bahwa peserta pemilu harus terus mendorong dan meningkatkan standar etika. Dalam berkompetisi, mereka seharusnya mengedepankan kepentingan persatuan dan kemaslahatan bersama. Mahfud menyarankan agar bahasa dan komunikasi yang digunakan dalam kompetisi tersebut harus santun dan mencerahkan.

Mahfud MD menegaskan bahwa pemilu harus menghindari penggunaan kampanye negatif dan kampanye hitam, karena hal tersebut berpotensi meningkatkan ketegangan dan perpecahan.

Dia menekankan peran masyarakat dalam mengutamakan etika dalam menentukan pilihan dan mendukung calon. “Pertimbangan pilihan sangat penting untuk menciptakan iklim rasional dan adu program serta gagasan dalam pemilu,” ujarnya.

Mahfud MD juga mengajak kalangan muda untuk tidak apatis terhadap pemilihan umum atau Pemilu 2024. Dia mendorong anak muda untuk aktif memilih calon pemimpin yang tersedia. “Mau tidak mau, anak-anak muda akan menjadi pemimpin masa depan,” kata Mahfud dengan harapan agar generasi muda ikut berperan dalam membentuk arah masa depan negara.

Selain itu, Mahfud juga mengajak anak muda untuk berpartisipasi aktif dalam pemilihan umum yang akan berlangsung. Menurutnya, partisipasi bisa melibatkan kritikan, berbicara, dan menulis. “Tidak boleh ada masa anak muda apatis,” tegas Mahfud, menekankan pentingnya peran serta generasi muda dalam proses demokrasi.

Mahfud menegaskan bahwa tidak ada calon pemimpin yang sempurna. Menurutnya, pemilihan umum bukanlah tentang memilih calon yang sempurna, tetapi lebih pada menghindari orang yang tidak baik menjadi pemimpin.

Sebelum membuat pilihan, Mahfud menyarankan agar anak muda mempertimbangkan baik dan buruknya setiap calon, sehingga pemilihan tersebut dapat sesuai dengan aspirasi pribadi masing-masing.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *