Blog Post

Gerakan > Daerah > Kelaparan di Yahukimo Berujung Kematian, Wapres Segera Bergerak Kirim Bantuan

Kelaparan di Yahukimo Berujung Kematian, Wapres Segera Bergerak Kirim Bantuan

Spread the love

Wakil Presiden Ma’ruf Amin bergerak cepat dengan mengirimkan bantuan setelah pemerintah menerima kabar terjadinya kematian akibat kelaparan di Yahukimo.

Langkah ini diambil pemerintah sebagai solusi jangka pendek dalam mengatasi kelaparan yang terjadi provinsi pemekaran tersebut.

“Jangka pendeknya kan kita mengirim bantuan ke sana.” ungkap Ma’ruf kepada salah satu media nasional

Namun, ia enggan mengungkapkan rincian terkait jenis dan jumlah bantuan yang akan dikirim, serta kapan bantuan itu akan disalurkan ke Yahukimo.

Menyusul tindakan singkat tersebut, Ma’ruf juga berkomitmen untuk menyusun solusi jangka panjang guna mencegah kejadian serupa di masa depan.

Dia menyebut bahwa pembangunan infrastruktur akan dilakukan agar masyarakat setempat dapat terus bercocok tanam dan memenuhi kebutuhan pangan mereka.

“Nanti kita siapkan infrastrukturnya semua untuk supaya tanaman ubi itu tidak kemudian mengalami hambatan karena cuaca, karena kekurangan air, atau karena apa,” kata Wakil Presiden

Pemerintah Kabupaten Yahukimo Masih Memonitor Data Bencana Kelaparan 

Berdasarkan informasi dari Kepala Distrik Amuma, Yahukimo, Zaekus Lagowan, sebanyak 23 orang dilaporkan meninggal dunia akibat kelaparan, sementara ada sekitar 12.000 warga yang terdampak di Distrik Amuma.

”Laporan dari anggota kami di lapangan dari sebelumnya 11 menjadi 22 warga yang meninggal. Senin (23/10/2023), ada satu warga lagi yang meninggal sehingga total menjadi 23 orang. Data lengkap belum bisa kami sampaikan karena komunikasi hanya dilakukan dengan HT (handy talky),” ungkap Zakeus.

Meskipun demikian, Wakil Bupati Yahukimo, Esau Miram, menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu data resmi dari perwakilan kampung atau Distrik Amuma.

Esau menyebut bahwa belum ada laporan resmi yang memastikan penyebab kematian warga disebabkan oleh kelaparan di Yahukimo atau faktor lain.

Sebelumnya, pada awal Oktober, bencana kelaparan telah dilaporkan di Amuma, namun saat itu belum terdapat laporan mengenai kematian warga.

Esau juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengirim bantuan sebanyak 4 ton beras untuk mencegah kondisi kelaparan semakin memburuk.

Menurutnya, tim akan dikirim ke lokasi untuk mengecek kondisi dan penyebab kematian warga yang terdampak kelaparan di Yahukimo.

”Kami telah membentuk tim. Besok tim ke sana, termasuk tim kesehatan dari dinas kesehatan, untuk mengecek kondisi dan penyebab kematian warga yang meninggal.” ungkap Wakil Bupati Yahukimo

Baca Juga: Sosok Ganjar Pranowo Calon Presiden 2024 di Mata Keluarga & Kerabat Terdekat

Penyebab Kelaparan di Yahukimo

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa intensitas hujan yang tinggi sejak Agustus lalu di Distrik Anggruk dan Panggema, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, telah menyebabkan terjadinya longsor dan gagal panen di Distrik Amuma.

“Dipicu intensitas hujan tinggi sejak akhir bulan Agustus 2023 menyebabkan kejadian longsor di Distrik Anggruk dan Distrik Panggema Kabupaten Yahukimo. Serta juga ada peristiwa gagal panen di Distrik Amuma yang menyebabkan kekurangan bahan makanan dan kelaparan,” jelas Muhadjir terkait penyebab kelaparan di Yahukimo.

Menurutnya, kejadian tersebut telah mengakibatkan kekurangan bahan makanan dan kelaparan di Yahukimo.

Dalam konferensi pers di Kemenko PMK, Jakarta Pusat, pada Rabu (25/10/2023), Muhadjir menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Yahukimo telah menetapkan status tanggap darurat mulai dari 12 Oktober hingga 1 November 2023.

Baca Juga: Semoga Pemilu Berjalan Baik Jadi Restu Jokowi untuk Mahfud MD

Menyikapi situasi tersebut, Muhadjir menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Yahukimo dan Kementerian Sosial (Kemensos) telah melakukan berbagai upaya penanganan.

Dia juga menyoroti rekomendasi yang diajukan kepada Badan Pangan Nasional (BPN) untuk mengatasi permasalahan jangka panjang terkait kekurangan bahan makanan di wilayah Papua Pegunungan dan Papua Tengah.

Rekomendasi tersebut mencakup upaya mencari varietas tanaman yang lebih tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem di wilayah tersebut, serta pembangunan lumbung pangan nasional dan gudang pangan di daerah rawan tersebut.

Menurut Muhadjir, langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan masyarakat setempat tanpa terus mengandalkan bantuan luar, sehingga peristiwa kelaparan di Yahukimo tidak terjadi kembali di waktu yang akan datang.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *