Blog Post

Gerakan > Business > Indomie Respon Penarikan Produknya di Taiwan & Malaysia

Indomie Respon Penarikan Produknya di Taiwan & Malaysia

Spread the love

Otoritas Taiwan dan Malaysia telah mengambil langkah untuk menarik produk mi instan Indomie Rasa Ayam Spesial dari peredaran di wilayah mereka karena adanya kekhawatiran terkait kandungan etilen oksida dalam produk tersebut.

Keputusan ini telah menimbulkan reaksi dari PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), yang merupakan anak perusahaan dari PT Indofood Sukses Makmur.

ICBP, perusahaan yang memproduksi Indomie, dengan tegas memastikan bahwa semua produk mi instan yang dihasilkannya di Indonesia mematuhi standar keamanan pangan sesuai dengan Codex Standard for Instant Noodles dan ketentuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (Badan POM RI).

Direktur ICBP, Taufik Wiraatmaja, menyatakan bahwa produk mi instan mereka telah mendapatkan Sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan diproduksi di fasilitas yang memenuhi Standar Internasional.

“Produk mi instan kami telah mendapatkan Sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) serta diproduksi di fasilitas produksi yang tersertifikasi Standar Internasional,” tegas Direktur ICBP, Taufik Wiraatmaja,

Baca Juga: 5 Kuliner Khas NTB, Nomor 3 dan 5 Kesukaan Ganjar Pranowo

Selama lebih dari 30 tahun, ICBP telah mengekspor produk mi instan ke berbagai negara di seluruh dunia.

Perusahaan ini selalu memastikan bahwa produk-produknya mematuhi peraturan dan ketentuan keamanan pangan yang berlaku di Indonesia serta negara-negara di mana produk Indomie dipasarkan.

Kabar tentang temuan etilen oksida dalam produk mi instan kembali mengejutkan. Hasil pengujian dari Departemen Kesehatan Taipei menunjukkan bahwa etilen oksida ditemukan dalam mi dan paket bumbu Mie Kari Putih Ah Lai, sementara pada produk Indomie Rasa Ayam Spesial, etilen oksida hanya terdeteksi di paket bumbu.

Pasca temuan ini, Departemen Kesehatan Taipei telah memerintahkan penarikan produk Indomie Rasa Ayam Spesial dan Mie Kari Putih Ah Lai dari penjualan di seluruh toko di ibu kota Taiwan.

Selain itu, importir produk tersebut akan dikenai denda yang berkisar antara 60 ribu dolar baru Taiwan (sekitar Rp29,2 juta) hingga 200 juta dolar baru Taiwan (sekitar Rp97,3 miliar) berdasarkan asumsi kurs Rp486/dolar baru Taiwan.

Sementara di Malaysia, Menteri Kesehatan Malaysia, Muhammad Radzi Abu Hassan, mengumumkan penarikan resmi produk Indomie Rasa Ayam Spesial yang diimpor dari Indonesia.

Keputusan ini diambil setelah otoritas Taiwan mengungkapkan bahwa paket bumbu Indomie Rasa Ayam Spesial mengandung zat yang berpotensi memicu kanker.

Menteri Radzi menyatakan bahwa Kementerian Kesehatan Malaysia telah mengeluarkan perintah untuk menghentikan, menguji, dan melepaskan produk tersebut di semua titik masuk ke negara tersebut.

Kontroversi ini masih menjadi perbincangan, dan ICBP berupaya untuk memastikan bahwa produk-produk mereka tetap mematuhi standar keamanan pangan yang ketat, sambil menjalin kerja sama dengan pihak berwenang di berbagai negara.

Produk Indomie tetap menjadi salah satu merek mi instan yang sangat populer di dalam negeri maupun di pasar internasional.

 

Baca Juga: Makanan Khas Sampang Madura, Dhun Adhun

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *