Blog Post

Gerakan > Election > Imbas Kontroversi MK, Gibran Harusnya Malu!

Imbas Kontroversi MK, Gibran Harusnya Malu!

Spread the love

Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari menekankan bahwa putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, seharusnya merasa malu dan memutuskan untuk mundur dari pencalonan Pilpres 2024.

Menurutnya, penetapan Gibran sebagai calon wakil presiden (cawapres) dilakukan oleh hakim-hakim yang memiliki masalah etika.

Feri Amsari menyampaikan, “Gibran seharusnya sadar akan dirinya dan merasa malu dengan cara pencalonannya yang tidak etis.”

Kontroversi Keputusan MK yang Memuluskan Langkah Gibran Menjadi Cawapres

Pernyataan Feri tersebut merujuk pada keputusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) yang mencopot Anwar Usman dari jabatan di MK karena melanggar kode etik dan perilaku hakim dalam penentuan keputusan kasus nomor 90/PUU-XXI/2023. Keputusan MK ini menjadi dasar hukum bagi pencalonan Gibran sebagai cawapres Prabowo Subianto.

Baca Juga : Pena Mas Ganjar Adakan Turnamen Mobile Legends di Jawa Tengah

Feri Amsari menegaskan perlunya tanggung jawab dari Mahkamah Konstitusi atas keputusan terkait kasus nomor 90.

Menurutnya, keputusan tersebut harus dipertanggungjawabkan dan seharusnya berdampak pada pencalonan Gibran. Amsari berpendapat bahwa keputusan MK merupakan hasil dari proses yang terdampak oleh hakim yang bermasalah.

Ia menekankan perlunya MK bertanggung jawab untuk memastikan bahwa tidak ada individu yang maju dalam pemilihan dengan metode yang tidak taat pada hukum serta melibatkan negosiasi yang tidak pantas.

Putusan MK mengizinkan kasus nomor 90/PUU-XXI/2023 yang diajukan oleh Almas Tsaqibbirru. Dalam permohonan tersebut, Almas meminta perubahan batas usia minimal kandidat presiden atau wakil presiden menjadi 40 tahun atau mempunyai pengalaman sebagai kepala daerah.

Tindakan hukum ini diduga dimaksudkan untuk memuluskan jalan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden, karena pada saat itu usianya baru 36 tahun meskipun sudah memiliki pengalaman sebagai Wali Kota Solo.

Benar atau tidaknya anggapan tersebut, seminggu setelah keputusan materiil itu diresmikan oleh Mahkamah Konstitusi, Gibran diumumkan sebagai cawapres yang akan mendampingi Prabowo Subianto pada hari Minggu, 22 Oktober 2023.

Mereka telah mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden. Namun, setelah putusan tersebut, beberapa pihak melaporkan Ketua MK Anwar Usman yang juga paman Gibran.

Laporan tersebut dilakukan karena dalam memutuskan perkara tersebut diduga ada konflik kepentingan antara Anwar Usman dan Gibran, dikarenakan hubungan keluarga yang mereka miliki.

Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) mengkonfirmasi bahwa Ketua MK Anwar Usman telah melakukan pelanggaran berat terhadap Kode Etik dan Perilaku Konstitusi Hakim Konstitusi.

Baca Juga : Profil Dharmaji Suradika, Ketua Tim Pemenangan Muda Ganjar-Mahfud

Bahkan, MKMK memberikan sanksi berupa pemberhentian Anwar Usman dari jabatannya sebagai Ketua MK.

Suhartoyo Terpilih Jadi Ketua MK Gantikan Anwar Usman

Hakim konstitusi Suhartoyo sendiri telah disetujui untuk menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) menggantikan Anwar Usman.

“Hasil kesepakatan kami sebelumnya adalah bahwa Bapak Suhartoyo akan menjadi Ketua MK di masa depan,” ungkap Saldi Isra dalam konferensi pers di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pada Kamis (9/11/2023).

“Sebagai bagian dari kesepakatan itu, saya akan tetap menjalankan tugas sebagai Wakil Ketua,” tambahnya.

Keputusan ini diambil dalam sebuah rapat permusyawaratan hakim (RPH) yang diselenggarakan secara tertutup. RPH tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua MK Saldi Isra.

Pemilihan Ketua MK ini merupakan kelanjutan dari keputusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) pada Selasa (7/11/2023) sebelumnya.

MKMK telah memutuskan untuk memberhentikan Anwar Usman dari jabatan Ketua MK setelah terbukti melakukan pelanggaran etika yang serius.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *