Blog Post

Gerakan > Election > Ganjar Siap Atasi Isu Polusi Udara dengan DME
sektor pendidikan ganjar

Ganjar Siap Atasi Isu Polusi Udara dengan DME

Spread the love

Indonesia akan kembali melangsungkan Pemilihan Umum Presiden (Pilpres), kini di tengah berbagai isu yang mengemuka, isu polusi udara menjadi salah satu hal yang mendesak untuk dipertimbangkan para Capres.

Menurut Edbert Gani Suryahudaya, seorang peneliti di Departemen Politik dan Perubahan Sosial di Center for Strategic and International Studies (CSIS), kesadaran masyarakat mengenai polusi udara semakin meningkat, namun komitmen sektor politik terhadap isu ini masih terbilang kurang memadai.

“Politisi maupun pemangku kebijakan kita masih sedikit yang benar-benar memahami isu polusi udara. Bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia politik dan ingin mengangkat isu ini, hal ini perlu menjadi perhatian serius,” ujar Gani pada (02/11/2023).

Gani menekankan bahwa isu polusi udara seringkali tidak mendapat perhatian sebanding dengan isu lain seperti lapangan kerja dan kebutuhan dasar dalam diskusi politik.

Namun, dia optimistis bahwa kesadaran ini akan terus meningkat, terutama di kalangan masyarakat kelas menengah perkotaan, seiring dengan munculnya dampak buruk polusi udara yang semakin nyata.

“Isu polusi udara akan semakin mendapat perhatian dari masyarakat, meskipun politisi dan pemangku kebijakan masih perlu meningkatkan pemahaman mereka terhadap isu ini,” tambahnya.

Baca Juga: Ganjar Mendukung Kemandirian Desa Wisata Lerep

DME Sebagai Solusi Isu Polusi Udara

Salah satu Calon Presiden, yaitu Ganjar Pranowo, nampaknya telah mengambil langkah konkrit untuk mengatasi isu polusi udara.

Ganjar Pranowo telah mengembangkan program Desa Mandiri Energi (DME) di Jawa Tengah, yang dikenal akan upayanya dalam mewujudkan ekonomi sirkuler melalui program ini.

Kesuksesan program DME di Jawa Tengah telah memberikan keyakinan pada Ganjar Pranowo untuk mengaplikasikannya di seluruh Indonesia dengan tujuan konservasi energi yang lebih baik dan pengurangan polusi udara.

Program Desa Mandiri Energi ini telah diterapkan di Jawa Tengah sejak tahun 2012 dan telah mencakup 28,2% dari total 8.562 desa dan kelurahan di provinsi tersebut hingga Juni 2023.

Program ini mengelompokkan desa-desa dalam tiga kategori, yaitu DME mapan, berkembang, dan inisiatif, berdasarkan berbagai aspek seperti pendanaan, manajemen, tingkat pemanfaatan, dampak ekonomi, dan inovasi.

Tujuan utama dari Program Desa Mandiri Energi adalah untuk membantu masyarakat mengurangi ketergantungan mereka pada sumber energi fosil dan beralih ke sumber energi yang ramah lingkungan, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Pembangkit Listrik Tenaga Angin, dan lainnya.

Saat ini, mayoritas desa di Jawa Tengah masih termasuk dalam kategori inisiatif, tetapi prestasi provinsi ini dalam pengembangan energi berkelanjutan telah mendapatkan pengakuan nasional.

Ganjar Pranowo telah mendemonstrasikan kepeduliannya terhadap masalah lingkungan, termasuk penurunan polusi udara, melalui upayanya dalam program DME.

Ini merupakan salah satu langkah penting menuju visi pengembangan ekonomi hijau yang akan memungkinkan Indonesia menghadapi isu lingkungan lainnya dengan lebih serius.

 

Baca Juga: Impikan Transisi Energi Indonesia, Ini Pengalaman Ganjar!

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *