Blog Post

Gerakan > Nasional > Ganjar Pranowo Dengarkan Keluhan Nelayan
Ganjar bertemu nelayan

Ganjar Pranowo Dengarkan Keluhan Nelayan

Spread the love

Ribuan warga desa dan nelayan Desa Lempasing, Kecamatan Teluk Betung, Bandar Lampung, Provinsi Lampung berkumpul di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lempasing pada Rabu (25/10) untuk menyambut Calon Presiden Ganjar Pranowo.

Kedatangan Ganjar sudah dinantikan warga untuk menyikapi nasib nelayan di masa depan. Warga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak menyambut Ganjar yang baru turun dari truk dengan gembira. Teriakan pun menjadi sumber kegembiraan warga menyambut kedatangan mantan Gubernur Jawa Tengah yang menjabat dua periode itu.

Ganjar Pranowo memandangi laut dan perahu nelayan sesampainya di lokasi. Kemudian dia mengadakan perbincangan untuk mengetahui kondisi para nelayan tersebut.

Harun, seorang nelayan asal Desa Lempasing, mengeluhkan sulitnya mendapatkan izin melaut dengan mengurus dokumen kapal nelayan. “Pak, kami nelayan sulit untuk mengurus dokumen-dokumen kapal. Kami minta jangan lagi dipersulit,” keluh Harun.

Baca Juga: Begini Cara Ganjar Pranowo Tingkatkan Pendapatan Pajak bagi Negara

Menurut Harun, sulitnya pengurusan dokumentasi kapal berdampak pada kriteria izin penangkapan ikan di laut.

Selain itu, kesalahan pengurusan dokumen membuat sulitnya mendapatkan BBM bersubsidi, sehingga nasib nelayan kecil semakin tidak menentu.

Harun pun berharap permasalahan pengurusan dokumen kapal dan izin melaut bisa segera diselesaikan.

Menanggapi hal tersebut, Ganjar Pranowo langsung meminta para nelayan Desa Lempasing untuk melakukan pendataan. Baik data jumlah nelayan maupun kapal. Data tersebut nantinya akan disampaikan Ganjar Pranowo kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR ini mengatakan, perizinan berusaha harus menjadi perhatian pemerintah. Ia menekankan, birokrasi yang bertele-tele tidak boleh menghalangi nelayan untuk melaut.

“Soal perizinan memang harus diperbaiki biar mudah, cepat dan murah. Perlu digitalisasi, dan dipastikan tidak ada pungli,” tegas Ganjar Pranowo.

Permasalahan Nelayan di Indonesia Saat Ini

Nelayan
Nelayan

Nelayan di Indonesia belum sepenuhnya memanfaatkan wilayah laut yang luas dan kekayaan sumber daya perikanan dan kelautan yang melimpah. Berbagai persoalan terus mengitari kehidupan nelayan negeri ini.

Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan, berupaya memetakan kesulitan yang dihadapi nelayan di negara ini.

Persoalan pertama adalah pada aset, antara lain nelayan masih kesulitan mendapatkan bantuan perahu, tidak semua nelayan mempunyai asuransi jiwa yang ditawarkan KKP, dan harga bahan bakar solar yang mahal.

Isu berikutnya adalah di industri keuangan. Nelayan, diklaim, masih kekurangan akses terhadap pendanaan untuk kebutuhan operasi penangkapan ikan (seperti peralatan kelautan).

Bahan bakar solar juga masih digunakan oleh pihak-pihak yang tidak berhak. Nelayan juga masih belum mengetahui bagaimana menggunakan pendapatannya untuk mengembangkan usahanya.

Penting juga untuk menemukan solusi terhadap permasalahan sektor perikanan, karena nelayan Indonesia masih memiliki keterbatasan akses terhadap informasi mengenai cuaca, gelombang laut, dan arah angin.

Akibatnya, informasi mengenai wilayah distribusi ikan masih dikumpulkan secara konvensional, penanganan situasi darurat masih lemah, dan akses terhadap informasi ikan terkait pasar masih kurang.

Permasalahan berikutnya yang dihadapi nelayan Indonesia adalah pengalihan dan pengelolaan, karena informasi mengenai lokasi dan kapasitas penyimpanan dingin masih terbatas.

Fasilitas penyimpanan dingin di pelabuhan masih lemah, dan kualitas hasil tangkapan akan menurun jika penjualan dan fasilitas penyimpanan dingin tidak terjamin.

Sementara permasalahan keempat adalah pada sektor pemasaran, dimana nelayan masih minimnya akses terhadap harga pasar hasil tangkapannya sehingga menyebabkan fluktuasi harga.

Lalu ada peningkatan perantara di saluran distribusi, serta kurangnya dukungan terhadap pertumbuhan pemasaran elektronik.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *