Blog Post

Gerakan > Election > Ganjar: Perempuan dan Disabilitas Harus Ikut Dalam Politik

Ganjar: Perempuan dan Disabilitas Harus Ikut Dalam Politik

Spread the love

Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo, meyakini bahwa keberhasilan suatu negara tidak hanya dapat diukur dari pertumbuhan ekonomi atau aspek fisik semata, melainkan juga dari sejauh mana negara tersebut mampu merangkul keberagaman dan melindungi hak-hak setiap warganya.

“Dalam tim pemenangan saya untuk pemilu, kami memandang penting untuk memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan seperti perempuan, penyandang disabilitas, dan masyarakat adat serta dialog lintas iman yang menjadi kekuatan kami,” kata Ganjar Pranowo dalam pernyataannya, Jumat (17/11/2023).

Keterlibatan Perempuan dan Penyandang Disabilitas Dalam Politik Itu Penting

Ganjar menegaskan bahwa keterlibatan perempuan memiliki peran yang sangat penting. Ia berpendapat bahwa perempuan membentuk setengah dari populasi masyarakat dan memegang peran sentral dalam proses pembangunan.

Baca Juga : Keren, Relawan Mak Ganjar Adakan Kegiatan Senam Ke Ratusan Lansia Di Banten

“Kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesetaraan gender, memastikan bahwa perempuan memiliki akses penuh terhadap pendidikan, pekerjaan, dan tentu saja, keputusan politik,” ujar Ganjar.

Selain itu, Ganjar menyampaikan bahwa penyandang disabilitas merupakan bagian tak terpisahkan dari struktur masyarakat, dan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Ganjar-Mahfud, akan berupaya keras untuk memastikan akses mudah terhadap infrastruktur dan layanan publik serta menjamin hak-hak mereka.

Hal ini bertujuan agar tidak ada warga yang terpinggirkan dalam pembangunan nasional.

Ganjar juga menekankan pentingnya menghargai dan melestarikan kekayaan budaya masyarakat adat. Dalam kebijakannya, Ganjar berkomitmen untuk memperkuat hak-hak mereka terkait tanah dan sumber daya alam, sambil mendorong partisipasi aktif mereka dalam pengambilan keputusan yang memengaruhi komunitas mereka.

“Kami menganggap kelompok rentan sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan nasional, dan kami akan menjadikan perlindungan hak-hak mereka sebagai prioritas utama dalam agenda pemerintahan kami,” kata Ganjar.

Baca Juga : Borobudur Marathon 2023 Sukses Digelar!

Ganjar menyatakan bahwa bersama dengan kebijakan lainnya di Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, yang mencakup pendekatan merangkul keberagaman, mereka berkomitmen untuk memastikan inklusi guna membangun masyarakat yang lebih adil dan berkelanjutan untuk semua.

TPN Ganjar-Mahfud Resmikan Deputi Inklusi

Salah satu contoh nyata dari komitmen Ganjar-Mahfud dalam inklusifitas adalah dengan peresmian Deputi Inklusi sebagai bagian dari TPN Ganjar-Mahfud.

Arsjad Rasjid, Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, mengumumkan beberapa nama yang akan menempati posisi Deputi Inklusi dari kalangan tokoh perempuan pada hari Rabu (15/11/2023). Daftar nama-nama tersebut diumumkan setelah rapat mingguan TPN di Gedung High End, Jakarta Pusat.

“Akan ada keputusan untuk menambahkan deputi baru di dalam TPN Ganjar-Mahfud, yaitu Deputi Inklusi. Deputi Inklusi ini akan diduduki oleh Mbak Dani, yang akan ditempatkan di sebelah kiri saya. Nama lengkapnya adalah Jaleswari Pramodhawardhani,” ungkap Arsjad dalam konferensi pers.

Selain Jaleswari, beberapa tokoh perempuan yang akan bergabung dalam Deputi Inklusi TPN Ganjar-Mahfud antara lain Sandra Moniaga, Nia Sjarifudin, Yustitia Arief, Ruby Khalifah, dan Ika Ardina.

Arsjad menegaskan bahwa kehadiran tokoh-tokoh perempuan ini bertujuan untuk memberikan dorongan energi dalam rangka memenangkan pasangan Ganjar-Mahfud dalam Pilpres 2024 serta untuk menyelamatkan demokrasi.

“Kami yakin sepenuhnya bahwa perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam membangun masa depan Indonesia,” katanya.

Arsjad menyatakan bahwa Tim Pemenangan Nasional (TPN) akan memastikan bahwa semua kebutuhan kampanye Ganjar-Mahfud terpenuhi agar kampanye dapat berjalan lancar.

TPN Ganjar-Mahfud juga akan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kecurangan dengan mendirikan posko-posko pengaduan masyarakat.

“Kami menganggap hal ini sangat serius, karena kita semua tahu dan menyadari bahwa bahkan di awal masa pencalonan, sudah ada pihak-pihak yang berani melakukan tindakan curang. Mari kita bersama-sama memantau setiap tahapan dan jalannya pilpres untuk mencegah terjadinya kecurangan,” ucapnya

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *