Blog Post

Gerakan > Election > Ganjar-Mahfud Siapkan Transisi Energi Elektrik

Ganjar-Mahfud Siapkan Transisi Energi Elektrik

Spread the love

Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 3, Ganjar PranowoMahfud MD, berkomitmen untuk melaksanakan transisi energi, khususnya pada kendaraan bermotor. Ke depan, diharapkan adanya penggunaan tenaga elektrik dalam mendukung transisi energi.

Dalam visi dan misi Ganjar-Mahfud, penekanan diberikan pada pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) sebagai sumber daya utama.

“Pembaruan ini memiliki potensi sekitar 3.700 GW secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri, sehingga andil EBT dalam kombinasi energi mencapai 25-30 persen hingga tahun 2029,” seperti yang tertera dalam visi misi Ganjar-Mahfud pada poin 6.2.

Tentunya, hal ini memerlukan dukungan penuh dari masyarakat untuk mendorong ekonomi hijau.

Adi Prayitno, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), menyatakan bahwa perencanaan yang matang sangat diperlukan untuk memajukan transisi energi di Indonesia.

Tidak dapat dipungkiri bahwa konsumsi energi di sektor transportasi memiliki dampak yang sangat besar. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang matang jika Ganjar-Mahfud berkomitmen untuk melakukan transisi energi dalam lima tahun ke depan.

Baca Juga : Ganjar-Mahfud Upaya Program Zero Blank Spot

“Perencanaan yang matang dan upaya keras diperlukan, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia yang harus diperhatikan secara serius,” kata Adi dalam pernyataannya pada Jumat (24/11/2023).

Pemerintah juga perlu meningkatkan upaya edukasi kepada masyarakat terkait transisi energi, bukan hanya terkait kendaraan, tetapi juga dalam meningkatkan penggunaan kompor listrik dan mengurangi penggunaan batubara dalam sektor industri.

Dengan demikian, ia menegaskan bahwa komitmen ini harus diwujudkan melalui kerjasama dan partisipasi aktif masyarakat, untuk mencapai ekonomi hijau dalam lima tahun mendatang.

“Tentu, ketika komitmen ini diumumkan secara terbuka kepada publik, itu harus siap diimplementasikan dan akan diawasi,” ucap Adi.

Transisi Energi Diperlukan oleh Indonesia

Sementara itu, Ganjar Pranowo menilai bahwa transisi dari energi fosil ke energi hijau yang terbarukan dan adil merupakan langkah penting yang harus diambil oleh Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ganjar saat menghadiri acara ‘Rembuk Ide Transisi Energi Berkeadilan’ di Hotel Le Meridien, Jakarta, pada Kamis (23/11/2023).

Baca Juga : Mahfud MD Rayu Anak Muda Agar Tidak Golput di Pemilu 2024

Menurut Ganjar, perubahan menuju energi hijau yang adil bukan hanya sebab dia memiliki minat khusus pada isu lingkungan. Lebih dari itu, seorang pemimpin yang menerapkan program transisi hijau menunjukkan kemampuannya mendengarkan aspirasi rakyat.

“Ini bukan sekadar minat pribadi, tetapi suatu kewajiban yang harus dijalankan, kecuali pemimpin tersebut memilih untuk tidak mendengarkan,” ujar Ganjar.

Ganjar memastikan bahwa proses transisi energi ini tidak akan berdampak negatif pada keberlanjutan usaha. Salah satu cara adalah dengan merencanakan adaptasi sebagai respons terhadap perubahan tersebut.

“Tentu, jika seseorang kreatif, mereka dapat menciptakan kurva kedua dalam bisnis mereka, memberi peringatan bahwa bisnis mereka akan mengalami penurunan, dan oleh karena itu, mereka harus mulai merencanakan bisnis alternatif agar dapat bertahan. Itu dari perspektif bisnis,” tambahnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *