Blog Post

Gerakan > Election > Ganjar Jamin Kebebasan Beribadah di Indonesia

Ganjar Jamin Kebebasan Beribadah di Indonesia

Spread the love

Calon Presiden (Capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo, telah menegaskan komitmennya untuk menjamin kebebasan beragama dan beribadah di Indonesia. Ganjar Pranowo hal tersebut merupakan amanat konstitusi yang harus dijalankan.

Pernyataan ini diberikan oleh Ganjar saat kunjungannya ke Gereja Katolik Hati Tak Ternoda Santa Perawan Maria Makale di Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan pada hari Sabtu (25/11/2023).

Dalam pertemuan tersebut, Ganjar menyampaikan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan pelaksanaan konstitusi ini dan memberikan kebebasan kepada semua warga Indonesia untuk menjalankan keyakinan agama dan beribadah.

“Kita harus memastikan bahwa negara, melalui pemerintah, dapat melaksanakannya,” ujar Ganjar di hadapan tokoh agama setempat

Baca Juga : Visi Ganjar-Mahfud Kembangkan IPTEK

Selain itu, Ganjar Pranowo juga menyoroti kemampuan pemerintah untuk menyediakan platform untuk diskusi mengenai isu-isu keagamaan, peribadatan, dan bahkan masalah sosial melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Menurut Ganjar, hal ini dapat dilakukan dengan memperluas komunikasi melalui forum antar umat beragama, sehingga dialog meningkat dan pelaksanaan konstitusi terasa lebih mudah. “Melalui dialog yang semakin banyak di forum antar umat beragama, pelaksanaan konstitusi tidak akan menjadi suatu hal yang sulit,” ujar Ganjar.

Dengan demikian, Ganjar berharap bahwa melalui dukungan dan keterlibatan pemerintah, masyarakat Indonesia dapat terus hidup dalam keharmonisan, kedamaian, dan kenyamanan dalam menjalankan ibadah dan beragama.

“Tentu saja, diperlukan saling pertukaran perasaan,” tambah Ganjar.

Sosok Ganjar yang Merawat Toleransi di Jateng dan Menjadi Inspirasi Daerah Lain

Calon Presiden Ganjar Pranowo terkenal sebagai individu yang sangat menghargai toleransi, sebuah sifat yang terlihat dalam kepemimpinannya selama dua periode di Jawa Tengah.

Selama sepuluh tahun menjabat sebagai pemimpin utama di wilayah tersebut, Ganjar berhasil merawat dan menjaga keragaman dengan penuh keberhasilan.

Toleransi dan keharmonisan terus dijaga sebagai bentuk nyata dari implementasi Pancasila dan nilai-nilainya.

“Merawat Indonesia, menurut saya itu sesuatu yang penting, sehingga nilai-nilai ini harus kami pertahankan terus-menerus, agar semua warga negara hidup bersatu tanpa memandang suku, agama, atau ras,” ungkap Ganjar.

Salah satu pencapaian menarik Ganjar adalah ketika empat dari sepuluh kota paling toleran di Indonesia berada di Provinsi Jawa Tengah. Kota-kota tersebut termasuk Kota Salatiga (peringkat kedua), Kota Surakarta (peringkat keempat), Kota Semarang (peringkat ketujuh), dan Kota Magelang (peringkat kesepuluh).

“Kami berharap agar semakin banyak kota di seluruh Indonesia menerapkan konsep toleransi. Sejauh yang saya ingat, Singkawang menduduki peringkat teratas, diikuti oleh Salatiga dan Solo yang juga termasuk dalam daftar tersebut,” ujar Ganjar setelah melakukan pengecekan persiapan Paskah di Gereja Santo Antonius Surakarta pada Sabtu (8/4/2023).

Sangat mengesankan ketika banyak daerah belajar dari pengalaman Jawa Tengah dalam menjaga kerukunan dan toleransi di antara masyarakat.

Baca Juga : Demi Ganjar Pranowo, Relawan Ini Rilis Lagu

Contohnya adalah Provinsi Kalimantan Timur melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kaltim yang berkunjung ke Jawa Tengah untuk secara langsung mempelajari praktek-praktek tersebut dari Ganjar Pranowo.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi, menyatakan bahwa tujuan kunjungannya ke Jawa Tengah adalah untuk mengambil pelajaran langsung dari Ganjar dalam mengelola keragaman dan mencari solusi bagi berbagai permasalahan yang dihadapi.

“Salah satu tujuannya adalah pembelajaran, karena kami sangat menghargai keahlian Pak Ganjar dalam mengelola keragaman,” katanya.

Dia juga menyoroti perbandingan jumlah penduduk antara Jawa Tengah dan Kalimantan Timur. Jawa Tengah memiliki populasi 37 juta, sementara Kalimantan Timur hanya 3,7 juta.

“Populasi Jawa Tengah sepuluh kali lipat lebih besar daripada Kalimantan Timur, sehingga Jawa Tengah membutuhkan kepemimpinan yang kuat,” tambahnya.

Selama satu dekade kepemimpinannya di Jawa Tengah, Ganjar terus mencatat prestasi dan kemajuan di wilayahnya.

Bukan hanya dalam membangun dan menjaga kerukunan umat beragama dan keberagaman, tetapi juga dalam bidang pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, dan pencapaian dalam menurunkan tingkat kemiskinan.

Semua upaya ini dilakukan oleh Ganjar dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah. Pria yang dikenal dengan rambut putihnya itu memiliki pemahaman mendalam terhadap persoalan ekonomi dan sosial di daerahnya.

Bahkan, sebagai suami dari Siti Atikoh Supriyanti, Ganjar tidak pernah ragu untuk mendatangi warga dan berdialog untuk mencari solusi terhadap setiap permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.

“Setiap individu memiliki agama dan kepercayaan masing-masing. Dalam perbedaan tersebut, selalu ada cara untuk menjaga kebersamaan,” kata Ganjar.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *