Blog Post

Gerakan > Internasional > Ganjar Dulu Dicaci, Kini Dipuji Bela Palestina
Ganjar Pranowo

Ganjar Dulu Dicaci, Kini Dipuji Bela Palestina

Spread the love

Presidium Ganjar-Mahfud (GaMa) Centre, Sutrisno Pangaribuan, menyatakan pandangannya mengenai banyaknya politisi yang memberikan pernyataan tentang dukungan terhadap Palestina seiring meningkatnya eskalasi serangan militer Israel di Gaza.

Seperti yang telah diketahui, pada Minggu (05/11/2023), acara besar diadakan untuk mendukung Palestina di kawasan Monas. Acara itu terlaksana dengan kehadiran sejumlah tokoh dari berbagai bidang, termasuk unsur pemerintah, lembaga legislatif, dan bahkan calon presiden.

Sebelumnya, anggota DPR secara bersama-sama memakai syal bertuliskan Indonesia-Palestina sebagai tanda dukungan solidaritas kepada Palestina.

Baca Juga : Media Asing Sorot Dukungan RI ke Palestina

Sutrisno berpendapat bahwa para pelaku politik tiba-tiba menunjukkan solidaritas dengan Palestina dan memanfaatkan situasi ini, terutama karena pemilihan umum (Pemilu) akan datang. Hal ini berbeda dengan sikap Ganjar Pranowo. Menurut Sutrisno, Ganjar  dari jauh hari sebelumnya telah menolak Israel untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia U-20 yang diselenggarakan di Indonesia.

“Publik akhirnya sadar bahwa para politisi mulai berani menyatakan sikap karena Pemilu sudah dekat. Berbeda dengan Ganjar yang tidak mau ikut-ikutan mendadak Palestina. Ganjar yang sebelumnya dicaci, dimaki, kini malah dipuji, disebut sebagai pemimpin yang berani,” ujar Sutrisno.

Tolak Timnas Israel Karena Bela Palestina

Sebelumnya, pada bulan Maret yang lalu, Ganjar Pranowo menjadi sorotan di media sosial karena dianggap memiliki peran tidak langsung dalam pembatalan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia. Dampaknya, popularitasnya mengalami penurunan pada periode tersebut.

Turnamen FIFA tersebut seharusnya diadakan di beberapa kota di Indonesia, termasuk Palembang, Jakarta, Bandung, Solo, Surabaya, dan Gianyar. Gelaran acara tersebut seharusnya berlangsung antara tanggal 20 Mei hingga 11 Juni 2023. Namun, FIFA memutuskan untuk memindahkan lokasi penyelenggaraan ke Argentina karena berbagai masalah di Indonesia, terutama yang terkait dengan situasi politik, termasuk peran Ganjar yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah.

Baca Juga : 5 Kekejaman Ariel Sharon Eks PM Israel yang Sekarat 8 Tahun

PDI-Perjuangan bersama dengan kepala daerah yang merupakan kader partainya (termasuk Ganjar) secara serentak mengeluarkan pernyataan menentang partisipasi Israel dalam Piala Dunia U-20 yang akan diadakan di Indonesia. FIFA akhirnya membatalkan penyelenggaraan turnamen tersebut di Indonesia dengan alasan tertentu.

Banyak yang setuju bahwa penyebab utama pembatalan tersebut adalah masalah politik. Hal itu termasuk perbedaan pendapat dengan Ganjar yang menentang partisipasi Israel dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia.

Menurut Sutrisno, Ganjar tetap mematuhi amanat konstitusi, sebagaimana yang dilakukan oleh Soekarno dalam upaya untuk mendukung kemerdekaan Palestina, meskipun hal ini berdampak negatif pada tingkat popularitasnya menurut berbagai survei pada saat itu.

“Akibat pernyataan tersebut, Ganjar yang semula memuncaki seluruh hasil survei elektabilitas capres, akhirnya turun peringkat. Ganjar mengambil risiko, saat dua bakal capres lain bermain aman, bungkam, tidak berani menyatakan sikap apapun,” jelasnya.

Pendapat Ahli Terkait Penolakan Ganjar

Menurut Emrus Sihombing, seorang ahli komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Ganjar dianggap sebagai individu yang pintar, tegas, dan memiliki visi masa depan yang jelas dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Komentar Ganjar yang menentang partisipasi Timnas Israel dalam Piala Dunia U-20 dianggap sebagai bukti konsistensi visinya.

Emrus menggambarkan Ganjar sebagai seorang negarawan karena sikapnya yang menentang partisipasi Israel dalam Piala Dunia U-20. Meskipun pertimbangan elektoral mungkin mengharuskan Ganjar untuk tetap diam, ia dengan tegas menyatakan bahwa bagi dirinya, ini bukan hanya masalah pemilihan, tetapi juga masalah prinsip dan sikap. Emrus berpendapat bahwa hal ini mencerminkan ketegasan Ganjar terhadap prinsip-prinsip yang diatur dalam konstitusi kita, yaitu UUD 1945.

Jika dibandingkan dengan calon presiden lainnya, Emrus menyatakan bahwa Ganjar menonjol karena menunjukkan sikap yang lebih tegas dan konsisten terhadap isu kemerdekaan Palestina. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pernyataan atau tindakan yang jelas menunjukkan komitmen yang serupa terhadap dukungan kemerdekaan Palestina dari calon presiden lainnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *