Blog Post

Gerakan > Election > Duet Ganjar – Mahfud ingin Kuatkan Geopolitik Indonesia?

Duet Ganjar – Mahfud ingin Kuatkan Geopolitik Indonesia?

Spread the love

Duet pasangan Calon Presiden Ganjar Pranowo dan Calon Wakil Presiden Mahfud MD berkomitmen untuk menguatkan posisi geopolitik Indonesia. Hal ini terungkap dari buku visi dan misi Ganjar – Mahfud yang tertulis pada sub judul nomor 8.1.1. “Koeksistensi Geopolitik Progresif.”

“Menjalankan politik bebas aktif dengan prinsip Dasasila Bandung untuk memperjuangkan kepentingan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Memperkuat pelibatan global Indonesia yang otonom dalam forum bilateral dan multilateral dalam memperjuangkan perdamaian dunia. Memperkuat komitmen untuk mendukung perjuangan pergerakan rakyat Palestina.” Tertulis dalam visi – misi Ganjar Mahfud.

Lantas apa itu Geopolitik yang dimaksud dalam visi misi pasangan Capres dan Cawapres Ganjar – Mahfud? Secara umum, Geopolitik bisa diartikan sebagai sistem politik atau peraturan-peraturan dalam wujud kebijaksanaan dan strategi nasional yang didorong oleh letak geografis suatu negara.

Jika berkaca pada komitmen Ganjar – Mahfud keduanya menunjukkan kepedulian mereka terhadap politik luar negeri yang aktif dan mempromosikan perdamaian serta kepentingan Indonesia di tingkat internasional.

Baca Juga: Hamas Lepaskan Tahanan Israel: Serangan Israel Tetap Berlanjut

Prinsip Dasasila Bandung yang terbentuk pasca konferensi Asia – Afrika tahun 1955 menjadi dasar yang kuat dalam menjalankan politik luar negeri, yang menggarisbawahi pentingnya kerjasama regional dan internasional untuk mencapai perdamaian dan kestabilan dunia.

Dalam hal ini, penekanan pada peran Indonesia sebagai poros maritim dunia menunjukkan aspirasi untuk memainkan peran penting dalam urusan global melalui jalur maritim.

Penguatan pelibatan global yang otonom menandakan bahwa Indonesia ingin berperan aktif dalam berbagai forum bilateral dan multilateral, namun tetap mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan dalam pengambilan keputusan luar negeri. Dengan demikian, Indonesia dapat berkontribusi secara signifikan terhadap perdamaian dunia tanpa terikat pada kepentingan asing.

Komitmen Ganjar – Mahfud untuk mendukung perjuangan pergerakan rakyat Palestina mencerminkan kebijakan luar negeri Indonesia yang progresif dan peduli terhadap isu-isu kemanusiaan. Ini juga menunjukkan konsistensi Indonesia dalam mendukung hak-hak dasar rakyat Palestina.

Keseluruhan, visi-misi ini menggarisbawahi peran penting yang diharapkan oleh Ganjar – Mahfud dalam diplomasi dan politik luar negeri Indonesia, dengan fokus pada perdamaian global dan perlindungan hak-hak manusia.

Konsep Geopolitik Ganjar – Mahfud didasari Pemikiran Soekarno

Sebelumnya Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto pernah mengemukakan bahwa dalam visi misi Ganjar – Mahfud fungsi diplomasi luar negeri dan pertahanan akan menjadi satu.

Hal itu Hasto ungkapkan kala mengisi kuliah umum bertemakan, “Pemikiran Geopolitik Soekarno dan Relevansinya,” yang diikuti oleh 118 orang siswa dari Dikreg Seskoal TNI angkatan ke-61, Jumat (12/5/2023).

“Kami saat ini sedang merancang visi misi calon presiden, Ganjar Pranowo, di mana fungsi diplomasi luar negeri dan pertahanan harus jadi satu,” kata Hasto kepada para siswa.

Hasto juga menekankan pentingnya mengambil inspirasi dari teori geopolitik Soekarno, yang telah menjadi fokus disertasinya di Universitas Pertahanan (Unhan).

Teori geopolitik Soekarno didasarkan pada ideologi Pancasila dan bertujuan membangun tatanan dunia baru yang bebas dari imperialisme dan kolonialisme, serta mengedepankan solidaritas antarnegara berdasarkan prinsip koeksistensi damai.

Ada tujuh variabel geopolitik dalam pemikiran Soekarno, termasuk demografi, wilayah, sumber daya alam, militer, politik, ko-eksistensi damai, serta sains dan teknologi.

Dua di antara variabel tersebut, yaitu politik dan diplomasi internasional, serta ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), mempengaruhi paling kuat dalam konteks geopolitik.

Hasto menjelaskan bagaimana ketujuh instrumen kekuatan nasional tersebut harus disimulasikan menjadi kekuatan yang nyata. Dia memberikan contoh bagaimana pemikiran geopolitik digunakan dalam upaya pembebasan Irian Barat.

Dalam konteks ini, kesadaran rakyat tentang kesatuan dari Sabang sampai Merauke sangat penting. Selanjutnya, Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955 diadakan, yang menghasilkan Dasasila Bandung dengan tujuan membebaskan Irian Barat.

Konsep ini apabila diperhatikan selaras dengan konsep Geopolitik yang ditekankan oleh Ganjar – Mahfud dalam buku visi dan misinya sebagai pasangan Capres dan Cawapres.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *