Blog Post

Gerakan > Daerah > Cerita Ganjar Tanggung Jawab Konflik Lingkungan
Peran Ganjar Pranowo dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani Jawa Tengah Melalui Peningkatan Nilai Tukar Petani

Cerita Ganjar Tanggung Jawab Konflik Lingkungan

Spread the love

Calon Presiden Ganjar Pranowo menceritakan pengalaman ketika ia mengambil alih tanggung jawab terkait masalah konflik lingkungan di Jawa Tengah. Mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode ini menceritakan bahwa ia merasa perlu untuk mengambil inisiatif dalam menangani situasi ini, karena penyelesaiannya sebelumnya terlihat tidak ada yang mengambil tindakan yang jelas.

Dalam wawancara yang diunggah di kanal YouTube miliknya, Ganjar memberikan contoh bagaimana ia menangani konflik lingkungan di Wadas, Jawa Tengah. Ia mengamati bahwa pada awalnya, masalah ini tampak tidak memiliki pihak yang benar-benar bertanggung jawab, dan situasi konflik semakin memburuk. Oleh karena itu, Ganjar Pranowo memutuskan untuk mengambil langkah-langkah konkret dalam menyelesaikan permasalahan ini.

Ganjar menjelaskan bahwa dalam kasus khusus di Wadas, berbagai kelompok, termasuk aktivis lingkungan dan aktivis hak asasi manusia, memiliki pandangan yang berbeda mengenai masalah tersebut. Proyek waduk di daerah Wadas adalah inisiatif dari pemerintah pusat, dan menurut Ganjar, konflik lingkungan semestinya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

Konflik Lingkungan Wadas

Dengan ketidakjelasan mengenai siapa yang seharusnya bertanggung jawab dan eskalasi konflik yang terjadi, Ganjar Pranowo memutuskan untuk turun tangan. Ia mengunjungi masyarakat di Wadas, meminta maaf, dan mengambil tanggung jawab atas situasi tersebut. Meskipun saat itu ia sedang pulih dari operasi cedera lengan, Ganjar tetap melakukan tindakan-tindakan nyata, seperti meminta pembebasan tahanan dan mengunjungi lokasi konflik.

“Kita kasih contoh konkret saja, kita punya kasus Wadas umpama, wah ramainya minta ampun. Aktivis lingkungan mengatakan ini pengerusakan lingkungan, aktivis HAM mengatakan ‘Oh terjadi bentrok kemarin’, kemudian ada yang mengatakan hak-hak masyarakat mesti dilakukan,” ucap Ganjar.

Ketika tidak ada orang yang mau bertanggung jawab atas masalahnya, dan konflik lingkungan semakin parah, Ganjar akhirnya berani mengambil tanggung jawab. Ia kemudian datang untuk bertemu dengan masyarakat di Wadas.

“Kejadiannya di Purworejo, apa problemnya? Oh soal pembebasan tanah, dan pemilihan lokasi, itu saja. Karena kurangnya sosialisasi, dan kurang melibatkan masyarakat pada saat di awal umpama, ya dianggap 1-2 sudah cukup, padahal menurut masyarakat kurang, meskipun orang punya agenda setting beda-beda ya,” sambungnya.

Baca Juga : Sektor Digital Menjadi Perhatian Ganjar Pranowo

Di sebuah acara TV nasional, Ganjar berbicara singkat tentang masalah konflik lingkungan di Wadas. Menurut Ganjar, konflik di Wadas bisa menjadi tantangan dan juga pelajaran berharga. Ia juga menyebutkan sedikit cerita tentang masalah di Wadas. Pada saat itu, ia harus menjalani operasi karena mengalami patah tangan saat bersepeda.

“Saya patah, tangan saya, karena naik sepeda. Sehari setelah saya keluar dari rumah sakit saya di telepon pak Kapolda. Pak Ganjar kita minta Press Conference. Di Purworejo terkait Wadas.”

Kemudian, Ganjar menceritakan apa masalahnya dan siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas proyek ini.

“Ini proyeknya punya PUPR, pembebasannya BPN, ada Bupati, ada Kades. Lalu kenapa? Oh yang salah Ganjar ternyata, karena Ganjar memberikan Penetapan izin lokasi.Oke, maka saya harus tanggung jawab.” Ucap Ganjar menjelaskan.

Pria yang rambutnya berwarna putih itu kemudian melanjutkan ceritanya dan menjelaskan bahwa ia segera mengambil empat tindakan. Pertama-tama, Ganjar meminta maaf kepada warga. Kedua, ia mengambil tanggung jawab atas konflik tersebut. Selanjutnya, ia menyatakan bahwa semua yang ditahan pada hari itu akan segera dibebaskan, setelah mendapatkan izin dari Kapolda. Selain itu, meskipun tangannya belum pulih sepenuhnya setelah operasi, ia berkomitmen untuk datang ke lokasi konflik.

Ganjar Datangi Warga Wadas Meskipun Tangannya Belum Pulih
Ganjar Datangi Warga Wadas Meskipun Tangannya Belum Pulih Setelah Keluar Dari Rumah Sakit

Di tengah perbedaan pendapat antara dua kelompok yang memiliki sikap berbeda mengenai masalah konflik di Wadas, Ganjar hadir untuk bertemu dengan warga.

Baca Juga : Pemilihan Umum Sebentar Lagi, Sudah Siap?

“Yang penting buat saya adalah, kita mesti hadir, kita mesti dengarkan, dan kita mesti ada dialog dengan mereka. Tidak sepakat gapapa, tapi kan harus ada saling menjelaskan.”

Pesan dari kisah Ganjar adalah tentang pentingnya pemerintah bertanggung jawab dalam menyelesaikan konflik lingkungan. Dia juga menyoroti betapa pentingnya bagi pemerintah untuk datang, mendengarkan, dan berbicara dengan masyarakat saat mengatasi masalah, seperti yang dia lakukan di Wadas. Ganjar Pranowo menekankan arti besar dari bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik dalam menyelesaikan masalah lingkungan.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *