Blog Post

Gerakan > Daerah > Asal-Usul Pulau Samosir yang Ditengah Danau Toba
Ganjar di Toba Samosir

Asal-Usul Pulau Samosir yang Ditengah Danau Toba

Spread the love

Danau Toba, suatu keajaiban alam yang luar biasa, diakui sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata utama dunia. Danau alami ini terbentuk akibat letusan gunung berapi super sekitar 77.000 tahun yang lalu, memiliki luas lebih dari 1.145 kilometer persegi, dan mencapai kedalaman 508 meter.

Danau Toba memberikan kesan sebagai lautan yang sangat luas. Selain menjadi danau terbesar di Asia Tenggara, Danau Toba juga masuk dalam kategori danau terdalam di dunia.

Di tengah Danau Toba terdapat sebuah pulau yang dikenal sebagai pulau Samosir. Pulau ini, meskipun terlihat seperti terapung, pada awalnya tidak ada secara geografis dan merupakan bagian integral dari Pulau Sumatra yang utuh. Namun, melalui tindakan Pemerintah Kolonial, Samosir menjadi terpisah dari daratan Sumatra.

Samosir Secara Geografis

Samosir, Toba, Sumatera Utara
Samosir, Toba, Sumatera Utara

Pulau Samosir memiliki luas hampir setara dengan Singapura, yaitu sekitar 63.000 hektar atau sekitar 640 kilometer persegi.

Pada awalnya, Pulau Samosir termasuk dalam wilayah Kabupaten Toba-Samosir. Namun, setelah dijadikan wilayah otonom sendiri, pulau ini menjadi Kabupaten Samosir yang terpisah.

Baca Juga : Keindahan Danau Toba Terletak di Pulau Sumatera

Pulau ini terbagi menjadi enam kecamatan, dari total sembilan kecamatan di Kabupaten Samosir. Dengan luasnya yang mencapai peringkat kelima, Pulau Samosir menjadi salah satu pulau terbesar di dunia yang terletak di tengah-tengah danau.

Samosir, Pulau yang Mewujud

Sortaman Saragih mengungkapkan dalam bukunya yang berjudul “Aku Orang Simalungun” tentang asal usul nama Pulau Samosir. Awalnya, wilayah yang kini dikenal sebagai Simalungun mengalami wabah penyakit menular.

Sebagai upaya penanggulangan, diputuskan bahwa orang-orang yang masih hidup akan dipindahkan secara bersama-sama ke wilayah seberang Danau Toba. Proses pemindahan tersebut dilakukan secara samisir (somosir), yang berarti dipindahkan secara serentak. Dari situlah Pulau Samosir mendapatkan namanya.

“Dalam bahasa Simalungun, arti dari kata samisir atau samosor adalah berangkat secara serentak,” paparnya.

Baca Juga : Ganjar Pranowo ke Toba, Dapat Doa dari Masyarakat

Dalam buku “Ekspedisi Cincin Api: Pulau di Atas Pulau, Danau di Atas Danau,” Ahmad Arif dan timnya menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu, Pulau Samosir tidak memiliki bentuk seperti yang kita kenal saat ini.

“Samosir yang memiliki panjang sekitar 45 kilometer dengan lebar sekitar 19 kilometer ini awalnya berada di dasar danau yang terangkat naik karena desakan magma dari dalam perut bumi di bawah danau,” tulisnya.

Pulau Samosir dibuat oleh Belanda melalui penggalian area yang disebut Tanah Ponggol, yang menghasilkan suatu celah berair yang dikenal sebagai Terusan Tanah Ponggol, memisahkan Samosir dari daratan Sumatra.

Fosil ganggang yang ditemukan di seluruh pulau menjadi bukti bahwa Samosir pernah terendam oleh air saat letusan Danau Toba. Proses pengisian kembali dapur magma di bawah Danau Toba mengangkat batuan penyumbat ke permukaan, membentuk Pulau Samosir.

Pulau ini tidak hanya menyimpan sejarah dan keindahan alam yang menarik, tetapi juga unik karena memiliki Danau Sidihoni di tengahnya, menjadikannya pulau di atas pulau dengan danau di atas danau.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *