Blog Post

Gerakan > Daerah > Andika Perkasa : Saya Pilih Ganjar-Mahfud

Andika Perkasa : Saya Pilih Ganjar-Mahfud

Spread the love

Pada tanggal 4 September 2023, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri secara langsung mengangkat Jenderal Andika Perkasa sebagai salah satu Wakil Ketua dalam Tim Pemenangan Nasional (TPN) untuk mendukung Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024.

Jenderal TNI Andika Perkasa resmi diambil sumpah jabatan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, pada tanggal 17 November 2021, menggantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Andika Perkasa, yang lahir pada 21 Desember 1964 di Bandung, Jawa Barat, adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1987. Ia memulai karir militernya sebagai perwira pertama di infanteri dalam Korps Baret Merah (Kopassus) Grup 2 / Para Komando dan Satuan-81 / Penanggulangan Teror (Gultor) Kopassus selama 12 tahun.

Setelah penugasan di Departemen Pertahanan dan Keamanan (Dephankam) serta Mabes TNI-AD, ia kembali bertugas di Kopassus sebagai Komandan Batalyon 32 / Apta Sandhi Prayuda Utama, Grup 3 / Sandhi Yudha.

Selain pendidikan militer, Jenderal TNI Andika Perkasa juga mengejar pendidikan tinggi di dalam negeri dan meraih tiga gelar akademik Strata-2 (M.A., M.Sc., M.Phil) dan satu gelar akademik Strata-3 (Ph.D) dari perguruan tinggi terkemuka di Amerika Serikat.

Baca Juga : Dekatkan Ganjar-Mahfud MD ke Masyarakat, KawanJuang GP Bagikan Makanan Gratis

Sebelum dipromosikan ke pangkat Brigadir Jenderal TNI, Andika Perkasa mengisi berbagai jabatan, termasuk Sespri Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Komandan Resimen Induk (Danrindam) Kodam Jaya / Jayakarta di Jakarta, dan Komandan Resor Militer (Danrem) 023 / Kawal Samudera Kodam I / Bukit Barisan yang bermarkas di Kota Sibolga, Provinsi Sumatra Utara.

Pada tahun 1992, Andika Perkasa menikahi Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati, dan mereka memiliki seorang anak bernama Alexander Wiratama Akbar Perkasa.

Pada November 2021, Presiden Joko Widodo mencalonkannya sebagai Panglima TNI, menggantikan Marsekal TNI Dr. Hadi Tjahjanto yang akan pensiun. Andika Perkasa melewati uji kepatutan dan kelayakan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada tanggal 6 November 2021, dan Komisi I DPR memberikan persetujuan atas nominasi Presiden Joko Widodo untuk menunjuknya sebagai Panglima TNI.

Selama masa kepemimpinannya sebagai Panglima TNI, Andika Perkasa melakukan reformasi dengan menghapus persyaratan uji keperawanan bagi calon Komando Wanita Angkatan Darat (Kowad) dan mengurangi tinggi badan yang diwajibkan untuk masuk ke Akademi Militer (Akmil) baik bagi pria maupun wanita.

Tujuannya adalah untuk mempromosikan kesetaraan gender dan menghilangkan diskriminasi berdasarkan jenis kelamin dalam TNI. Keputusan ini bertujuan untuk memungkinkan perempuan yang memiliki kemampuan dan kualifikasi untuk mengikuti dan menyelesaikan pelatihan militer yang sama dengan laki-laki tanpa hambatan berdasarkan gender.

Reformasi semacam ini mengakomodasi aspirasi dan potensi individu tanpa membatasi akses berdasarkan ketentuan yang diskriminatif.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *