Blog Post

Gerakan > Election > 5 Prestasi Ganjar Dalam Pengembangan EBT

5 Prestasi Ganjar Dalam Pengembangan EBT

Spread the love

Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo berhasil menjadikan Jawa Tengah sebagai model pengembangan energi terbarukan (EBT) bagi seluruh Indonesia ketika masih menjabat menjadi Gubernur Jawa Tengah.

Di bawah kepemimpinan Ganjar, Jawa Tengah meraih gelar provinsi terbaik pertama sebanyak tiga kali dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD).

Selama masa pemerintahannya, Ganjar berhasil mengaktifkan potensi energi baru terbarukan (EBT) di 2.369 desa mandiri energi.

Konsep desa mandiri energi menjadi solusi untuk berbagai permasalahan terkait kebutuhan energi yang ramah lingkungan di wilayah desa.

Berbagai bentuk pemanfaatan energi baru terbarukan di Jawa Tengah melibatkan pembangkit listrik tenaga surya, hidro, panas bumi, sampah, serta eksploitasi energi lain seperti biodiesel, biogas, biomassa, dan gas rawa (biogenic shallow gas). Pada tahun 2022, persentase bauran energi di Jawa Tengah sudah mencapai 15,76 persen.

Ganjar Pranowo juga memiliki banyak prestasi dan capaian dalam bidang EBT yang patut untuk diperbincangkan, prestasi tersebut diantaranya:

1. Membangun 2.369 Desa Mandiri Energi

Jumlah desa mandiri energi di Jawa Tengah sebanyak 2.369, terbagi menjadi 2.186 desa mandiri energi inisiatif, 158 desa mandiri energi berkembang, dan 25 desa mandiri mapan.

Baca Juga : 3 Strategi Ganjar-Mahfud Optimalkan Ekonomi

Pembangunan desa mandiri energi selama masa kepemimpinan Gubernur Ganjar dianggap berhasil, dan model ini diadopsi sebagai contoh pengembangan energi baru dan terbarukan secara nasional.

Keberhasilan dalam transisi energi ini memberikan sejumlah keuntungan, termasuk pengurangan biaya sistem kelistrikan, diversifikasi ekonomi, pertumbuhan industri baru, penciptaan lapangan kerja berkelanjutan, perbaikan kualitas lingkungan seperti udara, tanah, dan air, serta penurunan biaya kesehatan.

2. Pemanfaatan Gas Rawa

Pada tahun 2017, dengan dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Handoko Teguh Wibowo, Ketua Ahli Geologi yang melakukan penelitian di Desa Rajek Grobogan, melanjutkan studi terkait pemanfaatan gas alam yang sebelumnya ditemukan oleh warga bernama Abdul Aziz pada tahun 1999.

Setelah mendapatkan perhatian dari Ganjar Pranowo, pengembangan gas rawa telah dilakukan di Jawa Tengah sebagai salah satu opsi energi alternatif. Gas rawa ini dianggap sebagai pilihan yang ramah lingkungan dan dapat menjadi pengganti LPG.

Pada tahun 2021, sekitar 100 Kepala Keluarga di Rajek telah mengadopsi penggunaan gas rawa untuk keperluan sehari-hari dan kegiatan industri rumahan.

Tidak hanya di Grobogan, penerapan energi alternatif di Banjarnegara, Karanganyar, dan Sragen telah membuat biaya energi bagi rumah tangga menjadi lebih terjangkau.

Gas rawa, atau biogenic shallow gas, merupakan jenis gas yang terbentuk melalui aktivitas bakteri metanogenik dalam lingkungan anaerob seperti rawa.

Sebagai sumber energi, gas ini dianggap bersahabat dengan lingkungan dan dapat digunakan sebagai alternatif pengganti LPG.

3. Pemanfaatan PLTS

Sejak tahun 2019, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), telah menginstal Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di setiap kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk DPRD Jawa Tengah dan beberapa lembaga pendidikan.

Baca Juga : Impian Teaching Industry Ganjar Pranowo

Penggunaan PLTS ini tidak hanya mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK), tetapi juga memberikan dampak ekonomis dengan mengurangi tagihan listrik hingga sekitar 30 hingga 40 persen.

4. Pembangunan PLTM

Dalam rangka memaksimalkan potensi Energi Baru dan Terbarukan (EBT), Ganjar Pranowo juga mendorong pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM) di Banjaran dan Logawa, Kabupaten Banyumas. Kapasitas PLTM ini mencapai 16.757.000 Kwh dan berlokasi di lahan seluas 28.000 m2.

5. Inisiasi Sekolah Jurusan EBT

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengresmikan SMKN 1 Pagentan, Kabupaten Banjarnegara, pada Selasa (25/7/2023). Sekolah tersebut menawarkan dua jurusan, yaitu energi baru terbarukan dan kelistrikan.

Sekolah kejuruan baru ini tidak hanya bertujuan untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas tetapi juga sebagai solusi untuk meningkatkan akses pendidikan di wilayah setempat.

Di masa mendatang, diharapkan lulusan SMKN 1 Pagentan mampu menjadi tenaga kerja yang berkualitas untuk perusahaan penyedia baterai mobil listrik atau Battery Electric Vehicle (BEV).

“Kami berharap anak-anak ini dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri ini, khususnya dalam penyediaan baterai untuk mobil listrik. Dengan begitu, kami berupaya untuk mengantisipasi kebutuhan industri angkutan listrik di masa depan,” ungkap Ganjar.

 

Demikian 5 prestasi Ganjar Pranowo dalam bidang Energi Baru Terbarukan (EBT).

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *