Blog Post

Gerakan > Nasional > 5 Fakta Fortuner Tabrak Wanita di Jakarta Barat

5 Fakta Fortuner Tabrak Wanita di Jakarta Barat

Spread the love

Insiden mengerikan terjadi di Jalan Pesanggrahan Raya, Kembangan, Jakarta Barat, ketika sebuah kendaraan Toyota Fortuner dengan plat nomor B-2601-UBQ melaju dengan kecepatan tinggi dan menabrak seorang wanita yang sedang duduk di atas sepeda motor di sisi jalan.

Akibat tabrakan tersebut, wanita tersebut terpental beberapa meter. Berikut adalah beberapa informasi tentang kejadian tersebut.

1. Terpentalnya Korban dari Atas Motor

Insiden kecelakaan terjadi pada hari Senin, tanggal 23 Oktober 2023, sekitar pukul 02.50 WIB. Kejadian ini terjadi ketika mobil Fortuner tiba-tiba menabrak korban yang sedang duduk di atas sepeda motor, menyebabkannya terpental.

Peristiwa ini terekam oleh kamera CCTV di lokasi dan menjadi viral di platform media sosial. Dalam rekaman video tersebut, kita dapat melihat momen ketika Fortuner menabrak korban hingga mengakibatkan dia terpental.

Baca Juga : Potret Anak Ganjar Pranowo Berbagi Kepada Kaum Disabilitas

2. Korban Mengalami Cedera pada Kepala dan Perut

Seorang remaja bernama NA (18), menjadi korban kecelakaan dan mengalami cedera pada bagian kepala dan perut akibat insiden tersebut.

“Inisial NA mengalami cedera pada kepala, tangan, dan perut, dan kemudian dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah Puri Indah,” ungkap Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Mokhamad Sigit Purwanto, dalam wawancara pada hari Selasa, 24 Oktober 2023

3. Pengemudi Fortuner Telah Ditahan

Polisi telah berhasil menahan pengemudi Fortuner, yang bernama Kevin Steven Salim (28). Saat ini, Kevin sedang dalam proses pemeriksaan oleh pihak berwajib.

“Pengemudi Fortuner dengan nomor plat B-2601-UBQ, yang bernama Kevin Steven Salim (28), telah ditahan,” kata Sigit.

4. Kronologi Kecelakaan

Kompol Mokhamad Sigit Purwanto, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Barat, melaporkan bahwa insiden kecelakaan terjadi pada hari Senin, tanggal 23 Oktober, pukul 02.50 WIB di Jalan Pesanggarahan Raya, Kembangan, Jakarta Barat.

Baca Juga : Ganjar Pranowo Dapat Dukungan dari Ahok

Pada awalnya, kendaraan Fortuner bergerak dari arah selatan menuju utara. Saat sampai di lokasi tersebut, Fortuner tiba-tiba menabrak seorang wanita yang tengah duduk di atas sepeda motor, mengakibatkan dia terpental.

“Saat berada di dekat toko buah All Fresh, mobil tersebut menabrak seseorang yang sedang duduk di atas sepeda motor Honda Vario dengan plat nomor B-3390-UEA, yang merupakan Saudari Nazalla Alfiyani,” ungkap Sigit dalam pernyataannya pada hari Selasa, 24 Oktober 2023.

Dampak dari kecelakaan ini adalah remaja wanita tersebut mengalami sejumlah luka, baik pada kepala maupun perut, dan kendaraannya mengalami kerusakan parah akibat tabrakan dengan Fortuner.

5.  Pengakuan Pengemudi Bahwa Ia Mengantuk

Pihak kepolisian telah menjalani pemeriksaan urine terhadap pengemudi kendaraan. Pengemudi tersebut mengaku bahwa dirinya merasa mengantuk ketika sedang mengemudi.

“Para pengemudi melaporkan kelelahan selama perjalanan,” ungkap Kompol Sigit.

“Dalam uji urine, hasilnya menunjukkan negatif,” tambahnya.

 

Belajar dari insiden kecelakaan ini, seorang ahli keselamatan berkendara bernama Sony Susmana menekankan bahwa berhenti di tepi jalan tidak selalu merupakan tindakan yang aman.

Ini bukan hanya tentang menentukan siapa yang benar atau salah, melainkan berkaitan dengan keselamatan semua pihak.

“Ada banyak orang yang mungkin beranggapan bahwa berhenti di tepi jalan sudah cukup, atau hanya untuk sebentar seperti untuk memeriksa ponsel atau menerima telepon. Menurut saya, itu adalah tindakan yang tidak aman. Jadi, jika kita perlu berhenti, kita sebaiknya menjauh dari pinggir jalan sekitar 3 meter. Atau kita sebaiknya berhenti di tempat yang memang dirancang untuk berhenti, yang artinya harus datar, dilindungi, dan resmi,” ungkap Sony pada hari Selasa, 24 Oktober 2023.

“Ketika kita berbicara tentang resmi, itu berarti bahwa tempat tersebut telah dipertimbangkan dari segi keselamatan dan keamanan, bukan hanya untuk menghindari pelanggaran hukum, tetapi juga untuk mencegah insiden seperti selip kendaraan,” tambahnya.

Menurut Sony, tempat berhenti yang aman termasuk area parkir yang sah, jauh dari badan jalan, dilindungi oleh objek yang tidak bergerak, dan tinggi dari permukaan jalan.

“Ikadang-kadang ketika kita terlibat dalam kecelakaan, kita cenderung mencari pembenaran bahwa kita sudah di luar badan jalan, atau hanya berhenti sebentar. Namun, yang perlu diperhatikan adalah apakah kita selamat dari insiden tersebut, bukan sekadar mencari pembenaran. Hal ini seringkali kurang menjadi pertimbangan utama dalam keselamatan,” tambahnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *