Blog Post

Gerakan > Election > 3 Strategi Ganjar-Mahfud Optimalkan Ekonomi
Ganjar Mahfud Perempuan dan Anak

3 Strategi Ganjar-Mahfud Optimalkan Ekonomi

Spread the love

Pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Ganjar PranowoMahfud MD menyajikan konsepnya untuk merangsang pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen melalui optimalisasi peningkatan nilai tambah.

Gagasan dan strategi tersebut disampaikan oleh pasangan Ganjar-Mahfud ketika menghadiri acara “Pemimpin Bicara Bangsa” di Airlangga Convention Center, Kampus C Universitas Airlangga (Unair), Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (22/11/23) malam.

Dalam kesempatan tersebut, keduanya mengungkapkan ide dan harapan konkret mereka untuk memajukan Indonesia terkhusus dalam bidang ekonomi, diantaranya:

1. Konektivitas Infrastruktur

Menurut pasangan Ganjar-Mahfud, diperlukan konektivitas infrastruktur transportasi yang baik, baik darat seperti MRT (Mass Rapid Transit)/LRT (light rail transit) maupun laut, yang akan berdampak pada sektor logistik, investasi, dan pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga : Ganjar Jamin Kebebasan Beribadah di Indonesia

“Di perkotaan, terdapat MRT, LRT, sekitar 20 kota besar agar interkoneksi berjalan lancar. Namun, kita juga perlu memanfaatkan peningkatan kapasitas transportasi laut yang sudah berjalan,” ujar Ganjar, seperti yang dikutip pada Kamis (23/11/2023).

Berdasarkan letak geografis, 77 persen wilayah Indonesia terdiri atas laut dan perairan.

Meskipun demikian, Ganjar menyoroti bahwa kontribusi sektor maritim terhadap perekonomian nasional masih belum optimal, dengan kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) maritim hanya mencapai 7,6 persen pada tahun 2021.

Ganjar dan Mahfud berkomitmen untuk menyelesaikan tantangan tersebut sesuai dengan visi misi yang mereka miliki. Pasangan Ganjar-Mahfud bertujuan untuk memanfaatkan sepenuhnya potensi ekonomi biru dengan mempercepat pengembangan 11 potensi ekonomi maritim.

“Pertanyaannya adalah, apakah transportasi seperti tol laut yang telah beroperasi dapat benar-benar merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut? Ini merupakan tugas yang perlu kita selesaikan,” ungkapnya.

“Hal ini telah berjalan saat ini, tetapi menyelesaikannya sepenuhnya berarti bahwa kapal-kapal yang beroperasi dapat memberikan dampak positif saat kembali ke pelabuhan. Oleh karena itu, pada akhirnya, wilayah tersebut harus menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang baru,” tambah Ganjar.

2. Menjadikan Sektor Industri dan Investasi Menjadi Mesin Pembangunan Ekonomi

Ganjar menyoroti bahwa investasi tidak hanya sebatas masuknya modal, melainkan melibatkan nilai dan kepentingan nasional.

“Sering kali, ketika perusahaan global masuk, perusahaan lokal hanya menjadi penonton. Oleh karena itu, kita harus mengatur kemitraan agar dapat menjadi pemicu pertumbuhan industri lokal,” jelas Ganjar.

Baca Juga : Sejarah Mahkamah Konstitusi dan Kewenangannya

Lebih lanjut, Ganjar merinci tiga poin terkait industrialisasi yang akan diwujudkannya; melibatkan perusahaan lokal dan global, memperkuat kerjasama dengan peneliti, pemasok, dan sumber daya manusia dalam negeri, serta memberikan insentif pajak, alokasi anggaran untuk riset dan pengembangan, serta menciptakan lapangan pekerjaan.

3. Optimalisasi Program Pendidikan

Terakhir, Ganjar menempatkan program prioritas “satu keluarga miskin satu sarjana” sebagai bagian dari usaha meningkatkan sumber daya manusia yang unggul dan mengakhiri kemiskinan.

“Dengan keuntungan demografi yang kita punya, kita tidak ingin melihatnya sebagai bencana demografi. Oleh karena itu, program percepatan pembangunan SDM menjadi suatu keharusan,” ungkapnya.

“Jika kita membantu satu sarjana di satu keluarga miskin, itu akan menjadi dorongan bagi keluarga tersebut sehingga ia dapat menjadi tulang punggung dan mengangkat keluarganya keluar dari keadaan miskin,” tegasnya.

 

Demikian rincian 3 strategi pasangan Ganjar-Mahfud untuk mengembangkan ekonomi Indonesia menjadi tingkat yang lebih baik lagi.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *